Hari ini APTESI Akan Gelar Aksi Massa Desak DPRD dan DLH Simalungun Hentikan Konversi Tanaman Teh ke Sawit

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 6 Oktober 2025 - 07:18 WIB

40258 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Aliansi Peduli Teh Simalungun (APTESI) akan kembali menggelar aksi massa untuk menolak konversi kebun teh Sidamanik menjadi kebun sawit oleh PTPN IV Regional II. Aksi ketiga ini akan berlangsung pada Senin (6/10/2025), bertepatan dengan Hari Arsitektur Sedunia, dan dipusatkan di Gedung DPRD serta Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Simalungun.

Aksi kali ini menjadi lanjutan dari dua aksi sebelumnya yang telah menarik perhatian publik. APTESI menegaskan, perjuangan mereka tidak akan berhenti sebelum pemerintah daerah menindak tegas PTPN IV yang dinilai telah melanggar prinsip tata ruang dan keseimbangan lingkungan.

Aksi pertama berlangsung pada 7 September 2025, bertepatan dengan Hari Udara Bersih Internasional. Massa yang berasal dari Kecamatan Sidamanik, Pamatang Sidamanik, Dolok Pardamean, dan Panei melakukan long march penyadaran publik. Warga, mahasiswa, dan aktivis lingkungan turun ke jalan, menolak konversi teh ke sawit. Aksi itu mendapat atensi luas dari media dan warganet karena membawa pesan kuat tentang krisis lingkungan.

Aksi kedua digelar pada 2 Oktober 2025, bersamaan dengan Hari Anti Kekerasan Internasional. Massa mendatangi Kantor Bupati Simalungun untuk menuntut audiensi dengan Bupati Anton Saragih yang tak kunjung merespons surat APTESI. Selama empat jam massa berdiri di luar pagar kantor bupati karena tidak diizinkan masuk, sementara aparat Satpol PP dan kepolisian berjaga ketat.

Dalam aksi itu, APTESI bahkan menyumbang Rp23.000 untuk isi pulsa telepon Bupati — sindiran tajam terhadap dugaan komunikasi yang macet antara pemerintah dan rakyat. Aksi ini kembali mendapat sorotan luas media dan masyarakat.

Kini, APTESI kembali turun bersama mahasiswa, menuntut DPRD dan DLH Simalungun agar ikut menolak konversi kebun teh menjadi kebun sawit. Menurut Koordinator Lapangan, Julius Sitanggang, aksi ini sudah diberitahukan kepada Polres Simalungun dan diumumkan secara terbuka melalui selebaran dan media sosial.

“Kami datang membawa semangat keseimbangan alam, manusia, dan lingkungan. Sidamanik diciptakan untuk teh, bukan sawit,” tegas Julius.

APTESI menilai bahwa langkah PTPN IV menanami sawit di kawasan teh Sidamanik jelas melanggar semangat Hari Arsitektur Sedunia, karena mengabaikan keseimbangan ekologis dan sosial. Mereka meminta Ketua DPRD Sugiarto dan Kepala DLH Simalungun menemui massa serta menandatangani pernyataan bersama untuk menolak konversi tersebut.

Dalam setiap aksinya, APTESI membawa lima tuntutan utama, yaitu:

  1. Hentikan konversi teh menjadi kelapa sawit
  2. Perjuangkan tanah untuk rakyat sesuai amanat reforma agraria
  3. Lestarikan teh sebagai identitas Simalungun
  4. Realisasikan CSR dan TJSL oleh PTPN IV
  5. Wujudkan upah layak serta jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi buruh

Kelima tuntutan tersebut, menurut APTESI, merupakan satu paket perjuangan rakyat yang dijamin oleh konstitusi. Mereka menegaskan aksi yang dilakukan damai dan anti kekerasan, sesuai prinsip perjuangan rakyat yang beradab.

“Kami datang untuk bersuara, bukan merusak. Jika ada tindakan di luar semangat damai ini, itu bukan dari APTESI,” tegas pernyataan resmi mereka.

APTESI menutup aksinya dengan harapan agar pemerintah daerah, DPRD, dan DLH Simalungun tidak berpihak pada kepentingan korporasi, melainkan pada kelestarian alam dan nasib petani teh Sidamanik. (RAP)

Berita Terkait

Bupati Asahan Sambut 240 Jamaah Haji Kloter 7, Satu Jamaah Masih Dirawat di Makkah
Sumut Tumbuh 4,98 Persen di Tengah Gejolak Global, Event Internasional Jadi Motor Ekonomi
Wesly Silalahi Apresiasi Polres Pematangsiantar, Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Bandar Narkoba
9 Ruas Jalan Provinsi di Simalungun Segera Diperbaiki, Anton Saragih Tinjau Lokasi Proyek
234 Jamaah Haji Asahan Tiba di Tanah Air, Wakil Bupati Rianto Sambut Langsung
Kades Lulus Pelatihan Basarnas Akan Dapat Insentif dari Bobby Nasution, Ini Alasannya
Polres Pematangsiantar Musnahkan 77 Kg Ganja dan 1 Kg Sabu, Klaim Selamatkan 236 Ribu Jiwa
Momen Rico Waas Ajak Peserta Khitanan Massal Kuis dan Bagi Uang Saku di Medan

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:30 WIB

Bupati Asahan Sambut 240 Jamaah Haji Kloter 7, Satu Jamaah Masih Dirawat di Makkah

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:40 WIB

Sumut Tumbuh 4,98 Persen di Tengah Gejolak Global, Event Internasional Jadi Motor Ekonomi

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:22 WIB

Wesly Silalahi Apresiasi Polres Pematangsiantar, Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Bandar Narkoba

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:05 WIB

9 Ruas Jalan Provinsi di Simalungun Segera Diperbaiki, Anton Saragih Tinjau Lokasi Proyek

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:00 WIB

234 Jamaah Haji Asahan Tiba di Tanah Air, Wakil Bupati Rianto Sambut Langsung

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:00 WIB

Polres Pematangsiantar Musnahkan 77 Kg Ganja dan 1 Kg Sabu, Klaim Selamatkan 236 Ribu Jiwa

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:00 WIB

Momen Rico Waas Ajak Peserta Khitanan Massal Kuis dan Bagi Uang Saku di Medan

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:50 WIB

DPRD Simalungun Sampaikan Rekomendasi LKPj 2025, Ini Pesan untuk Pemerintahan Anton Saragih

Berita Terbaru