Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Aset Rampasan Negara 7 Triliun ke PT Timah Tbk

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 6 Oktober 2025 - 14:35 WIB

40341 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, PANGKAL PINANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung penyerahan Aset Barang Rampasan Negara (BRN) kepada PT Timah Tbk. Acara berlangsung di Smelter PT Tinindo Internusa, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Senin (6/10/2025).

Penyerahan aset dilakukan secara berjenjang, dimulai dari Jaksa Agung kepada Wakil Menteri Keuangan, kemudian dilanjutkan dari Wakil Menteri Keuangan kepada CEO Danantara, dan akhirnya dari CEO Danantara kepada Direktur Utama PT Timah Tbk.

Presiden Prabowo menyebut momen ini sebagai langkah besar pemerintah dalam memulihkan kerugian negara akibat praktik tambang ilegal di kawasan PT Timah.

“Pagi hari ini saya ke Bangka. Tadi bersama-sama kita menyaksikan penyerahan rampasan negara dari perusahaan-perusahaan swasta yang melaksanakan pelanggaran hukum,” ujar Presiden Prabowo Subianto kepada awak media usai acara.

Barang rampasan yang diserahkan mencakup aset dengan nilai sangat besar dan beragam, di antaranya:

  • 108 unit alat berat
  • 99,04 ton produk kristal Sn (cristalyzer)
  • 94,47 ton crude tin dalam 112 balok
  • 15,11 ton aluminium (15 bundle) dan 3,15 ton aluminium (10 jumbo bag)
  • 29 ton logam timah Rfe (29 bundle)
  • 1 unit mess karyawan
  • 53 unit kendaraan
  • 22 bidang tanah dengan luas total 238.848 m²
  • 195 unit alat pertambangan
  • 680.687,6 kg logam timah
  • 6 unit smelter

Uang tunai yang telah disetor ke kas negara senilai Rp202.701.078.370, USD3.156.053, JPY53.036.000, SGD524.501, EUR765, KRW100.000, dan AUD1.840

Presiden Prabowo mengungkapkan, nilai aset rampasan yang berhasil disita dan diserahkan mencapai Rp6 hingga Rp7 triliun. Angka ini belum termasuk potensi nilai tanah jarang (rare earth/monasit) yang nilainya bisa jauh lebih besar.

“Nilainya dari enam smelter dan barang-barang yang disita mendekati enam sampai tujuh triliun. Tapi, tanah jarang yang belum diurai mungkin nilainya lebih besar. Monasit itu satu ton bisa ratusan ribu dolar, sekitar 200 ribu dolar,” ungkap Presiden Prabowo.

Presiden juga menegaskan bahwa total kerugian negara akibat tambang ilegal di kawasan PT Timah mencapai sekitar Rp300 triliun. Angka ini mencerminkan betapa besarnya kebocoran kekayaan negara yang harus segera dihentikan.

“Kita bisa bayangkan kerugian negara dari enam perusahaan ini saja, total 300 triliun. Kerugian negara sudah berjalan 300 T, ini kita hentikan,” tegas Presiden Prabowo.

Penyerahan aset rampasan negara ini menjadi tonggak penting dalam pemberantasan kejahatan sumber daya alam, serta bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menegakkan hukum dan menjaga kedaulatan ekonomi nasional.

Kegiatan ini turut disaksikan jajaran Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kementerian Keuangan, PT Danantara, dan PT Timah Tbk, serta sejumlah pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (RAP)

Berita Terkait

Bupati dan Wakil Bupati Asahan Hadiri Gerakan Indonesia ASRI Langit Biru HUT ke-25 Partai Demokrat
Empat Keluarga Korban Kebakaran di Aceh Singkil Terima Bantuan CSR dari PT Socfindo Kebun Lae Butar
Pelayanan Stroke Berstandar Dunia, RS Murni Teguh Horas Insani dan Murni Teguh Memorial Hospital Sabet Diamond Status WSO
Kabupaten Asahan Tampilkan Kekayaan Seni, Budaya dan UMKM di PRSU ke-50
Advokat Rizki Dini Hasanah Hadiri Pengukuhan Guru Besar UNIB, Tekankan Pentingnya Sinergi Akademisi dan Praktisi Hukum
Buka Rakerkab KORPRI Asahan, Bupati Taufik Zainal Abidin Ingatkan ASN Bijak Bermedia Digital
PT Socfindo Kebun Lae Butar Tanam Bibit Sagu untuk Jaga Ekosistem
Ketua TP PKK Asahan Ikuti Bimtek PKK se-Sumut, Perkuat Sinergi Dukung Program Prioritas Pemerintah

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:39 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Asahan Hadiri Gerakan Indonesia ASRI Langit Biru HUT ke-25 Partai Demokrat

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:05 WIB

Empat Keluarga Korban Kebakaran di Aceh Singkil Terima Bantuan CSR dari PT Socfindo Kebun Lae Butar

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:24 WIB

Pelayanan Stroke Berstandar Dunia, RS Murni Teguh Horas Insani dan Murni Teguh Memorial Hospital Sabet Diamond Status WSO

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:32 WIB

Kabupaten Asahan Tampilkan Kekayaan Seni, Budaya dan UMKM di PRSU ke-50

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:11 WIB

Advokat Rizki Dini Hasanah Hadiri Pengukuhan Guru Besar UNIB, Tekankan Pentingnya Sinergi Akademisi dan Praktisi Hukum

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:57 WIB

PT Socfindo Kebun Lae Butar Tanam Bibit Sagu untuk Jaga Ekosistem

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:55 WIB

Ketua TP PKK Asahan Ikuti Bimtek PKK se-Sumut, Perkuat Sinergi Dukung Program Prioritas Pemerintah

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:17 WIB

Wakil Bupati Asahan Pimpin Upacara Hari Anak Nasional 2026, Tegaskan Komitmen Wujudkan Kabupaten Layak Anak

Berita Terbaru