ATAPKOTA.COM, LANGSA – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (DEMA FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa terus memperkuat peran mahasiswa dalam membangun budaya baca. Melalui kegiatan Indonesia Literasi Club (ILC), mereka mengusung tema “Dari Membaca Lahir Pemikiran, Dari Pemikiran Lahir Perubahan.”
Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung IAIN Langsa dan menghadirkan puluhan peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, komunitas literasi, hingga masyarakat umum. Hadir pula perwakilan dari komunitas Bintang Sekorong, Ruang Baca, Suara Buku, serta Perpustakaan Daerah Langsa.
Ketua panitia, Maulidaaini, menegaskan bahwa membaca bukan sekadar memahami tulisan.
“Membaca adalah jalan untuk menyalakan api pemikiran,” ujarnya penuh semangat.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Dr. Sabaruddin, M.Si., selaku Dekan FTIK IAIN Langsa, Rabu (8/10/2025). Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya literasi sebagai pondasi pembentukan karakter akademik dan pengembangan nalar kritis mahasiswa.
“Membaca bukan hanya soal memahami teks, tetapi juga membangun kesadaran yang melahirkan perubahan nyata di masyarakat,” tegas Dr. Sabaruddin.
Diskusi berlangsung dinamis dan dipandu oleh Mora Prenando sebagai moderator. Narasumber yang hadir antara lain M. Syarif, S.Pd., M.Pd. dari Perpustakaan Daerah, Dr. Mahlianurrahman, M.Pd. dari Bintang Sekorong, serta Muttaqin, S.T., M.Cs. dari Universitas Sains Cut Nyak Dhien.
Selama diskusi, para pemateri menyoroti bahwa gerakan literasi tidak boleh berhenti pada kegiatan membaca. Menurut mereka, kemampuan menulis dan berpikir kritis harus menjadi kelanjutan agar mahasiswa dapat menciptakan perubahan positif di lingkungan akademik maupun sosial.
Sementara itu, Suhelayanti, M.Pd.I., selaku pembina DEMA FTIK, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan panitia. Ia berharap Indonesia Literasi Club menjadi kegiatan rutin yang mampu menumbuhkan semangat intelektual mahasiswa di era digital.
“Literasi adalah kunci transformasi pendidikan. Mahasiswa harus menjadi pelopor gerakan literasi di kampus dan masyarakat,” ujar Suhelayanti.
Para peserta menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka menilai forum semacam ini menambah wawasan sekaligus mendorong mahasiswa lebih aktif membaca, berdiskusi, dan menulis.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab, dokumentasi, serta penyerahan cendera mata kepada para narasumber. Melalui Indonesia Literasi Club, DEMA FTIK IAIN Langsa menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif yang memperkuat budaya literasi dan kepemimpinan intelektual di kalangan mahasiswa. (HAS)

































