SETARA Institute Kunjungi Pematangsiantar, Wesly Silalahi Paparkan Komitmen Perkuat Kota Toleran

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:20 WIB

4022 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menerima tim SETARA Institute.

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menerima tim SETARA Institute.

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., bersama sejumlah tokoh agama menerima kunjungan tim peneliti dari SETARA Institute dalam rangka penelitian terkait Indeks Kota Toleran (IKT). Pertemuan tersebut berlangsung pada Kamis siang, 9 Juli 2026, di Rumah Dinas Wali Kota Pematangsiantar, Jalan M.H. Sitorus, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat.

Pertemuan itu menjadi forum dialog antara Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta tim peneliti SETARA Institute mengenai penguatan kebijakan toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Pematangsiantar.

Dalam sambutannya, Wesly menegaskan bahwa Indeks Kota Toleran tidak hanya dipandang sebagai instrumen pemeringkatan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi terhadap efektivitas kebijakan pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang inklusif dan bebas dari diskriminasi.

“Kami memandang Indeks Kota Toleran bukan semata-mata sebagai penilaian atau pemeringkatan, melainkan instrumen evaluasi yang penting untuk mengukur sejauh mana kebijakan, tata kelola pemerintahan, dan kehidupan sosial mampu menciptakan ruang yang inklusif bagi seluruh masyarakat,” ujar Wesly.

Ia menyambut baik penelitian yang dilakukan SETARA Institute dan berharap hasilnya dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan yang semakin memperkuat toleransi, kerukunan, serta perlindungan hak-hak warga.

Menurut Wesly, capaian Kota Pematangsiantar dalam Indeks Kota Toleran terus menunjukkan perkembangan. Pada penilaian tahun 2025, Pematangsiantar menempati peringkat keempat secara nasional, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di posisi kelima.

“Pencapaian ini menunjukkan adanya komitmen bersama dalam membangun kehidupan masyarakat yang toleran. Namun, kami menyadari masih banyak ruang yang harus terus diperbaiki agar ekosistem toleransi semakin kuat,” katanya.

Wesly mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Pematangsiantar telah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat kepada Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Pematangsiantar.

Pemerintah berharap pembahasan ranperda tersebut dapat segera rampung sehingga menjadi dasar hukum dalam memperkuat berbagai program yang mendukung kehidupan masyarakat yang harmonis dan inklusif.

Selain regulasi, Pemko juga mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mendukung penguatan nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat.

Wesly menilai keberhasilan Pematangsiantar mempertahankan predikat sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, FKUB, organisasi kemasyarakatan, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga keberagaman sebagai modal pembangunan daerah.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai penguat kolaborasi untuk mewujudkan Pematangsiantar yang semakin toleran, inklusif, dan berkeadilan tanpa membedakan agama, suku, ras, etnis, maupun latar belakang budaya,” ujarnya.

Ketua FKUB Kota Pematangsiantar Drs. H. M. Ali Lubis, yang juga menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar, menyampaikan bahwa kerukunan antarumat beragama di kota tersebut telah terbangun dengan baik selama bertahun-tahun.

Menurutnya, komunikasi lintas agama berjalan harmonis dan berbagai program FKUB selalu mendapat dukungan pemerintah daerah.

“Pematangsiantar merupakan miniatur Indonesia. Masyarakat hidup berdampingan dalam suasana yang rukun sehingga kami berharap nilai Indeks Kota Toleran dapat terus meningkat,” kata Ali.

Tim peneliti SETARA Institute Sayyidatul Insiyah, didampingi Okki Kawasa, menjelaskan bahwa kunjungan ke Kota Pematangsiantar bertujuan melihat secara langsung dampak hasil penelitian Indeks Kota Toleran terhadap pembangunan daerah, termasuk aspek sosial dan ekonomi.

“Kami ingin melihat sejauh mana hasil riset kami berdampak terhadap pembangunan di Kota Pematangsiantar dan berharap dapat berdiskusi lebih mendalam mengenai implementasi Indeks Kota Toleran,” ujar Sayyidatul.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar atas sambutan dan kesempatan berdialog bersama berbagai unsur masyarakat.

Kegiatan diakhiri dengan pertukaran cenderamata antara Pemerintah Kota Pematangsiantar dan tim SETARA Institute sebagai simbol kerja sama dan penghargaan.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut para asisten, staf ahli, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Pematangsiantar, serta sejumlah tokoh agama. (AP/red)

Berita Terkait

Ketua Tim Komisi VII DPR RI dan Gubernur Sumut Kunjungi Paviliun Asahan di PRSU 2026, Sepatu Bunut Jadi Sorotan
PT Socfindo Kebun Lae Butar Salurkan Bantuan Alat Panen dan APD kepada Kelompok Tani di Aceh Singkil
Wabup Asahan Hadiri Pembukaan Jambore Daerah XI Pramuka Sumut 2026, Diikuti 5.575 Peserta
Dishub Aceh Singkil Raih Juara II Terbaik Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Aceh 2026
Bobby Nasution Dorong PRSU Masuk Kalender Event Nasional, Komisi VII DPR RI Siap Dukung
Patar Oloan Silitonga Ajukan Perlawanan Eksekusi, Minta PN Pematangsiantar Tunda Pengosongan Lahan
DPRD Sumut Kunker ke Samosir, Wabup Dorong Percepatan Infrastruktur, Pariwisata, Pertanian, dan Kesehatan
Wesly Silalahi Promosikan Seni dan Budaya Pematangsiantar di PRSU ke-50 Tahun 2026

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:50 WIB

Ketua Tim Komisi VII DPR RI dan Gubernur Sumut Kunjungi Paviliun Asahan di PRSU 2026, Sepatu Bunut Jadi Sorotan

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:10 WIB

PT Socfindo Kebun Lae Butar Salurkan Bantuan Alat Panen dan APD kepada Kelompok Tani di Aceh Singkil

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:50 WIB

Wabup Asahan Hadiri Pembukaan Jambore Daerah XI Pramuka Sumut 2026, Diikuti 5.575 Peserta

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:50 WIB

Dishub Aceh Singkil Raih Juara II Terbaik Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Aceh 2026

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:50 WIB

Bobby Nasution Dorong PRSU Masuk Kalender Event Nasional, Komisi VII DPR RI Siap Dukung

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:59 WIB

Patar Oloan Silitonga Ajukan Perlawanan Eksekusi, Minta PN Pematangsiantar Tunda Pengosongan Lahan

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:55 WIB

DPRD Sumut Kunker ke Samosir, Wabup Dorong Percepatan Infrastruktur, Pariwisata, Pertanian, dan Kesehatan

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:20 WIB

Wesly Silalahi Promosikan Seni dan Budaya Pematangsiantar di PRSU ke-50 Tahun 2026

Berita Terbaru