ATAPKOTA.COM, BATAM – Pemandangan tak sedap menyambut pengguna jalan di ruas protokol Batuampar menuju Simpang Indomobil, Batam. Tepat sebelum lampu merah persimpangan Indomobil, tumpukan sampah rumah tangga dan barang bekas menumpuk di tepi jalan raya. Bau menyengat pun kerap tercium hingga ke badan jalan.
Sudah hampir dua pekan, tumpukan sampah itu tak kunjung diangkut petugas kebersihan. Kondisi tersebut bukan hanya merusak keindahan kota, tetapi juga mengganggu kenyamanan warga dan wisatawan yang melintas di jalur utama tersebut.
“Sudah hampir dua minggu sampahnya di situ saja. Setiap lewat, baunya menyengat sekali. Padahal ini jalan besar, jalur utama,” ujar Ibrahim, pengendara motor yang setiap hari melintas di lokasi itu, Selasa (12/11).
Pantauan media AtapKota menunjukkan berbagai jenis sampah berserakan di bahu jalan, mulai dari limbah rumah tangga, ban bekas, hingga perabot rusak. Sebagian bahkan tercecer ke selokan, sehingga memperparah kesan kumuh di sepanjang jalan tersebut.
Menurut warga sekitar, tumpukan itu terus bertambah setiap malam. Diduga, sejumlah oknum warga sengaja membuang sampah di lokasi itu karena jauh dari tempat penampungan sementara (TPS).
“Ini kan jalan utama. Banyak wisatawan lewat menuju kawasan industri dan pelabuhan. Kalau dilihat orang luar, malu juga kita. Masa kota besar seperti Batam masih begini,” tambah Ibrahim sambil menunjuk tumpukan yang mulai menggunung.
Warga berharap pemerintah kota segera membersihkan area itu dan menertibkan pembuangan sampah liar di sepanjang jalur Batuampar–Indomobil. Mereka juga meminta pengawasan lebih ketat agar persoalan serupa tidak terus terulang.
Kebersihan kota, kata warga, mencerminkan wajah Batam sebagai kota industri dan tujuan wisata. Karena itu, penanganan cepat dari pihak berwenang sangat dibutuhkan untuk mengembalikan citra Batam yang bersih dan tertib. (Meidison/red)

































