ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Pimpinan Cabang (PC) Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP KEP SPSI AGN) Siantar-Simalungun menggelar penetapan pengurus baru sekaligus penyusunan rencana kerja tahun 2026 di Siantar Business Center (SBC), Jalan Sutomo, belakang Paradep Taxi, Kota Pematangsiantar, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan memperluas jangkauan organisasi serta memperkuat soliditas dan solidaritas antarpekerja di wilayah Siantar dan Simalungun.
Acara diawali dengan doa yang dipimpin Ustad Noval agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi serta kesejahteraan pekerja.
Dalam kesempatan itu, Konsultan Hukum FSP KEP SPSI AGN Siantar-Simalungun, Daulat Sihombing, menegaskan bahwa hak berserikat dan membentuk serikat pekerja merupakan hasil perjuangan panjang kaum buruh.
“Hak-hak pekerja yang kita nikmati hari ini bukan diperoleh secara cuma-cuma, melainkan hasil perjuangan panjang dan pengorbanan para pendahulu,” ujarnya.
Daulat juga mengingatkan sejarah perjuangan buruh pada 19 April 1994 menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day. Saat itu, sejumlah aktivis buruh disebut sempat diamankan aparat militer.
Ia mengajak seluruh peserta untuk terus menghargai perjuangan para buruh terdahulu yang telah memperjuangkan hak-hak pekerja.
“Maka saat memperingati May Day, mari kita refleksikan kembali jasa para pejuang buruh terdahulu,” katanya.
Sementara itu, Ketua PC FSP KEP SPSI AGN Siantar-Simalungun, Abdul Arif Namora Sitanggang, meminta seluruh pengurus lebih memperhatikan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja maupun pengurus organisasi.
Ia juga meminta perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Kota Pematangsiantar, Aristoteles Sitinjak, agar memprioritaskan pendaftaran pengurus yang aktif membesarkan organisasi.
“Pembayaran iuran bulanan pengurus tersebut akan ditanggung oleh kantor organisasi,” tegas Abdul Arif yang langsung disambut tepuk tangan peserta.
Dalam sambutannya, Abdul Arif juga menegaskan bahwa organisasi serikat pekerja yang dipimpinnya hadir untuk memperjuangkan hak-hak buruh, bukan sekadar membangun persepsi negatif di tengah masyarakat.
“Serikat pekerja yang saya pimpin bukan organisasi peminta-minta. Kami hadir untuk benar-benar memperjuangkan nasib para buruh di Siantar dan Simalungun,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Di sisi lain, Ketua Pimpinan Daerah (PD) FSP KEP SPSI AGN Sumatera Utara, Rio Affandi Siregar, mengajak seluruh anggota tetap solid dalam satu garis perjuangan organisasi.
Menurut Rio, SPSI saat ini menjadi salah satu kekuatan serikat pekerja terbesar di Indonesia dengan dukungan massa buruh yang besar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Andi Gani Nena Wea.
Rio juga menyoroti sejarah lahirnya BPJS Ketenagakerjaan yang disebut memiliki keterkaitan erat dengan perjuangan SPSI.
“SPSI AGN merupakan salah satu pelopor lahirnya jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia,” katanya.
Ia berharap seluruh program dan rencana kerja yang disusun dapat memberikan manfaat nyata bagi perlindungan dan kesejahteraan buruh.
“Semoga apa yang kita rencanakan hari ini dapat membawa manfaat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh pekerja,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PUK Allians Bung Imam, keluarga besar Paradep Taxi, serta perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Kota Pematangsiantar.
Kontributor : Larsen Simatupang-atapkota.

































