Dari Merpati Putih hingga Drone Dipamerkan TNI di Hadapan Prabowo dan Raja Abdullah II

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Sabtu, 15 November 2025 - 16:00 WIB

40298 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein, menyaksikan langsung demonstrasi kemampuan drone kolaborasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Bersenjata Yordania di Lapangan Tembak Djamsuri AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu, 15 November 2025. Foto: BPMI Setpres

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein, menyaksikan langsung demonstrasi kemampuan drone kolaborasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Bersenjata Yordania di Lapangan Tembak Djamsuri AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu, 15 November 2025. Foto: BPMI Setpres

ATAPKOTA.COM – Suasana penuh kebanggaan terasa kuat di Lapangan Tembak Djamsuri AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta, ketika Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein, menyaksikan demonstrasi kemampuan prajurit TNI pada Sabtu, 15 November 2025. Kehadiran dua kepala negara itu membuat para prajurit menganggap momen tersebut sebagai pengalaman berharga sekaligus kesempatan langka dalam perjalanan karier mereka.

Mayjen TNI Yudha Airlangga, Komandan Komando Operasi Khusus TNI, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tersusun secara menyeluruh, mulai dari penyambutan hingga pertunjukan kemampuan tempur. Ia menyebut bahwa TNI menampilkan latihan bela diri Merpati Putih yang menjadi bagian dari warisan bela diri bangsa, kemudian berlanjut dengan demonstrasi tactical drone hasil kolaborasi TNI dan Angkatan Bersenjata Yordania.

Demonstrasi drone menjadi bagian yang paling dinanti karena menampilkan kecanggihan teknologi yang sedang dikembangkan kedua negara. Letkol Inf Petrus Paramayudo Prabowo, Danden Lap Paspampres, menjelaskan bahwa sesi tersebut menggambarkan simulasi taktis yang memadukan kekuatan udara dan darat. Ia merinci bahwa demonstrasi tersebut menampilkan drone fiber optik yang mampu mengatasi gangguan jammer, drone kamikaze, drone breaching untuk membuka pintu dalam operasi darat, serta drone pengintaian dan drone pembawa muatan termasuk bahan peledak.

Latihan gabungan ini melibatkan 50 personel. TNI menurunkan 38 prajurit lintas matra, termasuk komponen cadangan, sedangkan Yordania mengirimkan 12 prajurit terbaik mereka. Kolaborasi ini tidak berlangsung spontan karena sebelumnya TNI telah mengirim prajurit ke Yordania untuk mempelajari teknologi drone selama dua bulan. Setelah kembali, latihan dilanjutkan melalui kehadiran prajurit Yordania di Indonesia, kemudian keduanya berlatih intensif selama tiga hari menjelang demonstrasi.

Mayjen Yudha menegaskan bahwa kerja sama ini diharapkan berkembang ke arah yang lebih strategis, terutama dalam aspek geopolitik, geokonomi, dan geostrategis. Di sisi lain, Letkol Petrus melihat bahwa latihan gabungan ini membuka wawasan prajurit, memperluas pemahaman budaya, serta mempercepat adopsi teknologi drone untuk mendukung modernisasi TNI.

Bagi para prajurit, tampil di hadapan Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II menjadi kehormatan besar. Mereka menilai kesempatan tersebut tidak ternilai dan mungkin tidak akan terulang. (AK1)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru