ATAPKOTA.COM, ACEH TAMIANG – Pada Kamis, 11 Desember 2025, Rumah Sakit (RS) Adam Malik turut membantu proses pemulihan RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang yang sempat lumpuh total akibat banjir bandang pada akhir November 2025. Melalui kerja sama tim gabungan lintas unsur, relawan, dan personel TNI, RSUD Aceh Tamiang kini telah dibersihkan dan kembali memberikan pelayanan kesehatan secara terbatas.
Pelayanan medis di rumah sakit tersebut mulai dibuka melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejak Rabu, 10 Desember 2025. Pembukaan ini menjadi langkah awal pemulihan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh Tamiang.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama RS Adam Malik, dr. Zainal Safri, M.Ked.(PD), Sp.PD-KKV, Sp.JP(K), menyampaikan bahwa percepatan pembukaan layanan rumah sakit sangat penting agar masyarakat dapat kembali memperoleh pelayanan medis. Ia menegaskan bahwa proses pemulihan ini melibatkan dukungan berbagai pihak.
“Rumah sakit ini harus segera dibuka agar masyarakat dapat berobat seperti sedia kala. Banyak pihak yang mendukung dan bekerja bersama agar rumah sakit ini bisa kembali beroperasi penuh. Saat ini, poliklinik dan rawat inap sudah tersedia meski masih terbatas,” ujar dr. Zainal Safri saat meninjau langsung lokasi.
Ia menjelaskan bahwa RS Adam Malik mendukung penuh pemulihan RSUD Aceh Tamiang sebagai upaya percepatan penanganan medis bagi masyarakat dan korban banjir. Sejak Sabtu, 6 Desember 2025, rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI ini telah mengirimkan tim untuk membersihkan area rumah sakit yang terendam lumpur hingga setinggi lutut orang dewasa, sekaligus memulihkan layanan dan peralatan medis di gedung IGD.
Selanjutnya, tim triase RS Adam Malik mulai memberikan layanan gawat darurat secara terbatas sejak Minggu, 7 Desember 2025. Upaya tersebut berlanjut hingga RSUD Aceh Tamiang dinyatakan siap beroperasi kembali melalui IGD pada Selasa, 9 Desember 2025, sore hari.
Direktur RSUD Aceh Tamiang, dr. Andika Putra, Sp.PD, menyampaikan bahwa pembukaan kembali IGD diharapkan dapat mempercepat rujukan pasien dari posko-posko kesehatan yang tersebar di wilayah kabupaten tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini pukul 17.00 WIB kami mengumumkan bahwa IGD RSUD Aceh Tamiang kembali dibuka. Kami siap menerima pasien dari seluruh posko pengobatan di Kabupaten Aceh Tamiang,” ujarnya.
Sementara itu, Manajer Pelayanan Medis RS Adam Malik sekaligus Koordinator Tim Bantuan Medis RS Adam Malik, dr. Ade Rachmat Yudiyanto, M.Ked.(Ped), Sp.A(K), menjelaskan bahwa layanan yang telah dibuka meliputi IGD, poliklinik anak, paru, penyakit dalam, rehabilitasi medik, kulit dan kelamin, serta obstetri dan ginekologi. Selain itu, layanan farmasi dan rawat inap sementara dengan kapasitas 20 tempat tidur juga telah disiapkan dan dipusatkan di gedung IGD.
“Rabu, 10 Desember 2025, menjadi hari pertama kami mengoperasionalkan kembali rumah sakit ini setelah sempat terendam lumpur. Pelayanan memang belum sepenuhnya normal, namun sudah berjalan sesuai kondisi tanggap bencana,” jelas dr. Ade. Ia menambahkan bahwa kamar bedah juga telah disiapkan untuk menangani kasus kegawatdaruratan.
Proses pemulihan RSUD Aceh Tamiang terlaksana melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari satuan kerja Kementerian Kesehatan RI, RS Adam Malik sebagai koordinator, Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Medan, hingga Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan. Dukungan juga datang dari personel TNI dan Pemadam Kebakaran yang membantu pembersihan lumpur.
Sementara itu, layanan kesehatan diperkuat oleh relawan medis dari berbagai organisasi, termasuk rumah sakit vertikal Kemenkes, Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, PERDATIN, PABOI, PAPDI, serta organisasi profesi kesehatan lainnya. (HUM/AP)




































