ATAPKOTA.COM, SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten Samosir menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) dan Pesta Bolon Punguan Sagalaraja Boru Bere Ibebere (PSBBI) yang dijadwalkan berlangsung pada 2–4 Juli 2026 di Desa Ginolat-Sagala, Kecamatan Sianjur Mula-Mula. Dukungan tersebut disampaikan saat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Samosir Hotraja Sitanggang menerima audiensi jajaran pengurus PSBBI di Lobi Lantai II Kantor Bupati Samosir, Selasa (25/2/2026).
Audiensi tersebut dihadiri Ketua Umum DPP PSBBI Drs. R. M. Sagala, Ketua Panitia Mubes dan Pesta Bolon Tumpak Sagala, Wakil Ketua Panitia Hotman Sagala, Ketua PSBBI Kabupaten Samosir P. Sagala, serta Ketua Panitia Daerah Lundak Sagala. Hadir pula sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Immanuel Sitanggang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho, serta perwakilan dinas terkait lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Hotraja Sitanggang menilai pelaksanaan Mubes dan Pesta Bolon PSBBI memiliki dampak strategis bagi Kabupaten Samosir, terutama dalam mendukung pelestarian budaya Batak sekaligus meningkatkan sektor pariwisata.
Menurutnya, keterlibatan organisasi kekerabatan seperti PSBBI menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap pembangunan Bona Pasogit atau kampung halaman.
“Pemerintah Kabupaten Samosir menyambut baik inisiatif ini. Selain melestarikan budaya, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Hotraja.
Ia menambahkan, promosi daerah melalui kegiatan adat dan budaya merupakan salah satu langkah efektif memperkenalkan Samosir sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah dan peradaban masyarakat Batak.
Karena itu, Pemkab Samosir berkomitmen memberikan dukungan sesuai kewenangan pemerintah daerah dengan mengintegrasikan berbagai kegiatan bersama organisasi perangkat daerah.
Hotraja juga berharap PSBBI dapat menjadi contoh bagi komunitas marga lainnya dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk melalui pelestarian budaya, kepedulian terhadap lingkungan, serta penyelenggaraan kegiatan olahraga.
“Kami berharap marga Sagala dapat menjadi contoh bagi komunitas lainnya, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat budaya lokal,” katanya.
Menurut Hotraja, pelaksanaan Mubes dan Pesta Bolon diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat karena berpotensi meningkatkan kunjungan tamu dari berbagai daerah.
Berdasarkan rencana panitia, Mubes dan Pesta Bolon PSBBI akan berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Juli 2026, dan telah masuk dalam kalender kegiatan budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir.
Ketua Umum DPP PSBBI Drs. R. M. Sagala mengatakan penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam melestarikan budaya sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Samosir.
Menurutnya, marga Sagala yang telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Bona Pasogit.
“Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan Samosir sekaligus mempererat kebersamaan keluarga besar Sagalaraja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu program yang akan dilaksanakan ialah penanaman 1.000 bibit pohon durian di kawasan Kampung Sagala. Program tersebut diharapkan mampu mendorong pengembangan agrowisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Setiap rumah tangga direncanakan menanam pohon durian sehingga Kampung Sagala dapat berkembang menjadi salah satu kawasan agrowisata berbasis durian,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Mubes dan Pesta Bolon Tumpak Sagala menjelaskan bahwa pelestarian lingkungan menjadi salah satu fokus utama kegiatan.
Selain penanaman pohon, panitia juga menyiapkan berbagai agenda budaya, seperti perlombaan tortor, pertunjukan Mossak Batak, martumba, tari sawan, manghunti tandok, mamborothon horbo, hingga pertunjukan gondang Batak.
Panitia juga akan menggelar lomba lari maraton mengelilingi kawasan Pusuk Buhit, kegiatan kebersihan kampung dan sumber mata air, pesta rakyat, pertunjukan kembang api, serta hiburan yang direncanakan menghadirkan artis nasional.
Di samping itu, rangkaian kegiatan akan diisi dengan pengukuhan Badan Pengurus Harian (BPH) PSBBI periode 2026–2030.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi wujud kecintaan terhadap kampung halaman sekaligus mendorong masyarakat untuk berkontribusi bagi kemajuan Samosir,” kata Tumpak.
Ketua Panitia Daerah Lundak Sagala mengapresiasi perkembangan Kabupaten Samosir yang dinilainya semakin maju sebagai salah satu destinasi wisata di kawasan Danau Toba.
Ia berharap sinergi antara masyarakat, organisasi adat, dan pemerintah daerah terus diperkuat agar pembangunan daerah berjalan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Samosir Immanuel Sitanggang memastikan pemerintah daerah siap mendukung publikasi kegiatan.
“Apabila materi publikasi telah disiapkan panitia, kami siap membantu penyebarluasan informasi kepada masyarakat,” ujarnya. (AP/red)

































