ATAPKOTA.COM, SUMUT – Kepolisian Negara Republik Indonesia melepas 22 kontainer bantuan kemanusiaan untuk wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada Jumat, 14 Februari 2026. Pelepasan logistik dilakukan dalam rangka percepatan pemulihan pascabencana yang masih berlangsung di sejumlah daerah.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung pelepasan bantuan tersebut bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi. Sejumlah pejabat utama Polri dan perwakilan pemerintah daerah turut hadir dalam kegiatan itu.
Dari total 22 kontainer, sebanyak 12 kontainer dialokasikan untuk wilayah Aceh dan 10 kontainer untuk Sumatera Utara. Polri menyatakan seluruh logistik telah melalui proses pendataan dan pemeriksaan stok guna memastikan kesesuaian dengan kebutuhan di lapangan.
Berdasarkan data distribusi, bantuan mencakup bahan pangan seperti beras, mi instan, minyak goreng, air mineral, telur, ikan kering, serta makanan siap saji. Selain itu, disalurkan pula susu anak, biskuit, perlengkapan bayi, pembalut perempuan, serta kebutuhan sandang seperti selimut dan pakaian.
Di sektor kesehatan, bantuan meliputi obat penurun panas, antibiotik, obat batuk, vitamin, oralit, masker, dan perlengkapan medis dasar untuk mengantisipasi penyakit pascabanjir. Sejumlah perangkat pendukung seperti portable power station dan panel surya juga disertakan untuk membantu daerah yang mengalami gangguan pasokan listrik.
Distribusi dilakukan secara bertahap dari gudang logistik di Medan dan Bireuen dengan koordinasi lintas instansi. Polri memperkirakan sekitar 40 ribu warga terdampak akan menerima manfaat dari bantuan tersebut.
Listyo Sigit menyatakan distribusi bantuan diupayakan menjangkau wilayah terdampak hingga ke daerah yang sulit diakses. Sementara itu, Siti Hediati Hariyadi menyampaikan apresiasi atas respons cepat dalam penyaluran bantuan dan dukungan terhadap pemulihan infrastruktur.
Upaya distribusi bantuan ini dilakukan bersamaan dengan pengamanan wilayah terdampak untuk memastikan proses penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran. Pemerintah bersama aparat penegak hukum menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat di lokasi bencana. (*)




































