ATAPKOTA.COM, TAPTENG – Sebanyak 45 kepala keluarga (KK) korban bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah masih bertahan di hunian sementara ketika Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, meninjau lokasi pengungsian pada Minggu, 15 Februari 2026.
Kunjungan dipusatkan di Hunian Sementara (Huntara) Asrama Haji Pinangsori, yang hingga kini menjadi tempat tinggal sementara warga terdampak. Para pengungsi menunggu kepastian pembangunan Hunian Tetap (Huntap) sebagai solusi jangka panjang pascabencana.
Rombongan meninjau fasilitas pendukung di lokasi pengungsian, mulai dari layanan kesehatan, kondisi hunian, hingga ketersediaan air bersih. Salah satu fasilitas yang mendapat perhatian adalah unit Mobile Water Treatment milik Brimob Polda Sumatera Utara, yang mampu mengolah air sungai, air payau, hingga air laut menjadi air layak konsumsi.
Siti Hediati Soeharto menyampaikan apresiasi atas dukungan Polri dalam penyediaan sarana air bersih. Ia juga menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa masyarakat Tapanuli Tengah serta menyoroti pentingnya percepatan pembangunan hunian tetap.
“Kami berharap pembangunan Huntap dapat segera direalisasikan agar warga memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman,” ujarnya.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya bersama Komisi IV DPR RI menyalurkan bantuan logistik untuk meringankan beban warga terdampak. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Bupati Tapanuli Tengah.
Menurut Kapolri, sekitar 16 truk bantuan didistribusikan ke sejumlah titik terdampak, termasuk di Huntara Pinangsori dan wilayah lain di kabupaten tersebut. Bantuan meliputi pakaian, bahan makanan, obat-obatan, serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak terdampak.
Selain logistik, Polri juga menyalurkan bantuan material berupa semen untuk mendukung proses rekonstruksi pascabencana. Kapolri menyatakan telah menginstruksikan jajaran di lapangan agar responsif dalam membantu pemulihan kondisi masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga menyapa anak-anak di pengungsian dan memberikan motivasi agar tetap melanjutkan pendidikan. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga kondisi psikososial anak selama masa pemulihan.
Kehadiran pimpinan pusat dan daerah di lokasi pengungsian diharapkan mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi, sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi secara berkelanjutan. (AP/red)


































