Kunjungi Pesantren di Bandung, Gibran Dorong Santri Kuasai AI dan Robotik

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026 - 19:20 WIB

40138 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wapres Gibran Rakabuming meninjau pelatihan AI dan robotik di Ponpes Baitul Arqom Al-Islami Bandung serta mendorong santri menguasai teknologi tanpa meninggalkan nilai keislaman.

Wapres Gibran Rakabuming meninjau pelatihan AI dan robotik di Ponpes Baitul Arqom Al-Islami Bandung serta mendorong santri menguasai teknologi tanpa meninggalkan nilai keislaman.

ATAPKOTA.COM, JABAR – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pelatihan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan robotik bagi para santri di Pondok Pesantren Baitul Arqom Al-Islami, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu, 4 Maret 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung penerapan teknologi dalam proses pembelajaran di lingkungan pesantren.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi digital. Pemerintah mendorong lembaga pendidikan, termasuk pesantren, untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi guna menyiapkan generasi muda menghadapi era transformasi digital.

Dalam peninjauan tersebut, Gibran melihat berbagai proyek robotik yang dikembangkan para santri. Beberapa di antaranya robot pengalir air wudhu otomatis, robot berkaki dua, robot sumo, serta robot pemain sepak bola yang dirancang untuk mengikuti kompetisi robotik.

“Kami meninjau beberapa santri yang sedang belajar membuat robot dan mempelajari AI. Ada robot untuk mengalirkan air wudhu secara otomatis, robot yang bisa berjalan dengan dua kaki, robot sumo, dan robot pemain bola yang bisa dikompetisikan,” ujar Gibran.

Ia juga meninjau kegiatan santriwati yang sedang mempelajari pemanfaatan AI melalui perangkat digital.

Menurut Gibran, penguasaan teknologi perlu berjalan seiring dengan penguatan nilai moral dan keagamaan yang menjadi dasar pendidikan pesantren.

“Santri dan santriwati perlu mengikuti perkembangan zaman. Akhlaknya baik, kemampuan mengaji kuat, tetapi akan lebih baik lagi jika juga menguasai teknologi seperti AI dan robotik,” kata dia.

Gibran menjelaskan bahwa pembelajaran teknologi di pesantren tidak dimaksudkan agar seluruh santri menjadi programmer. Menurutnya, pelajaran seperti coding justru bertujuan melatih cara berpikir kritis dan inovatif.

“Coding melatih anak-anak muda untuk berpikir kritis dan berpikir komputasional. Ini penting karena ke depan persaingan akan semakin ketat. Saya tidak ingin santri di pesantren ini tertinggal,” ujarnya.

Ia menilai proyek robotik yang dipelajari para santri masih berada pada tahap dasar, tetapi memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

“Yang dipelajari tadi masih dasar, tetapi bisa dikembangkan lebih jauh. Robot seperti ini setiap tahun juga dilombakan dalam berbagai kompetisi,” kata Gibran.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga berpesan kepada para guru agar terus memperbarui pengetahuan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Perkembangan teknologi sangat cepat. Guru tidak boleh tertinggal dari muridnya,” ujarnya.

Sementara itu, pengasuh pesantren, Ustaz Najib Muhammad Yusuf, mengatakan integrasi teknologi modern dengan nilai-nilai keislaman dapat dilakukan tanpa menghilangkan karakter pendidikan pesantren.

Menurut dia, teknologi dapat menjadi sarana untuk memperkuat penguasaan ilmu, pembentukan akhlak, serta pengembangan dakwah.

“Santri tetap mempelajari kitab kuning seperti biasa, tetapi kami juga memanfaatkan teknologi digital, seperti kitab dalam format PDF, kamus digital, serta perangkat pembelajaran berbasis layar seperti smart TV dan proyektor,” ujarnya.

Ia menambahkan, para santri menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti pembelajaran AI.

Salah satu pemanfaatannya adalah pembuatan video muhadatsah bahasa Arab dalam bentuk animasi tiga dimensi (3D).

Pihak pesantren berharap pemerintah terus memperluas pengenalan teknologi AI di berbagai lembaga pendidikan karena teknologi tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan pendidikan dan dakwah di masa depan. (Edo/red)

Berita Terkait

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Asahan Jalani Penilaian Akhir Kabupaten Ber-Aksi 2026, KPK Soroti Implementasi di Lapangan
Dugaan Perambahan Hutan Hatonduhan, Warga Kampung Rondang Hentikan Alat Berat
Bukan Pidato, Dua Puisi Alias Wello Justru Curi Perhatian di Rakernas III PJS
Zulkifli Hasan Lantik Pengurus DPP PJS 2026–2027, Tantangan Konsolidasi Nasional Menanti
Samuel Silaen Ungkap Perannya Hanya Survei Harga Komputer
16 Orang Diperiksa, Tersangka Belum Ada: Ada Apa di Balik Dugaan Korupsi Komputer Dinkes Pematangsiantar

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 10:24 WIB

Asahan Jalani Penilaian Akhir Kabupaten Ber-Aksi 2026, KPK Soroti Implementasi di Lapangan

Rabu, 4 November 2026 - 22:32 WIB

Dugaan Perambahan Hutan Hatonduhan, Warga Kampung Rondang Hentikan Alat Berat

Rabu, 4 November 2026 - 21:30 WIB

Bukan Pidato, Dua Puisi Alias Wello Justru Curi Perhatian di Rakernas III PJS

Rabu, 4 November 2026 - 16:34 WIB

Samuel Silaen Ungkap Perannya Hanya Survei Harga Komputer

Rabu, 4 November 2026 - 16:30 WIB

16 Orang Diperiksa, Tersangka Belum Ada: Ada Apa di Balik Dugaan Korupsi Komputer Dinkes Pematangsiantar

Rabu, 4 November 2026 - 16:10 WIB

Wesly Silalahi Luncurkan PESONA BABANG QRIS TAMPAN, Pembayaran PBB-P2 Kini Makin Digital

Berita Terbaru