Kunjungi Pesantren di Bandung, Gibran Dorong Santri Kuasai AI dan Robotik

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026 - 19:20 WIB

40124 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wapres Gibran Rakabuming meninjau pelatihan AI dan robotik di Ponpes Baitul Arqom Al-Islami Bandung serta mendorong santri menguasai teknologi tanpa meninggalkan nilai keislaman.

Wapres Gibran Rakabuming meninjau pelatihan AI dan robotik di Ponpes Baitul Arqom Al-Islami Bandung serta mendorong santri menguasai teknologi tanpa meninggalkan nilai keislaman.

ATAPKOTA.COM, JABAR – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pelatihan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan robotik bagi para santri di Pondok Pesantren Baitul Arqom Al-Islami, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu, 4 Maret 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung penerapan teknologi dalam proses pembelajaran di lingkungan pesantren.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi digital. Pemerintah mendorong lembaga pendidikan, termasuk pesantren, untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi guna menyiapkan generasi muda menghadapi era transformasi digital.

Dalam peninjauan tersebut, Gibran melihat berbagai proyek robotik yang dikembangkan para santri. Beberapa di antaranya robot pengalir air wudhu otomatis, robot berkaki dua, robot sumo, serta robot pemain sepak bola yang dirancang untuk mengikuti kompetisi robotik.

“Kami meninjau beberapa santri yang sedang belajar membuat robot dan mempelajari AI. Ada robot untuk mengalirkan air wudhu secara otomatis, robot yang bisa berjalan dengan dua kaki, robot sumo, dan robot pemain bola yang bisa dikompetisikan,” ujar Gibran.

Ia juga meninjau kegiatan santriwati yang sedang mempelajari pemanfaatan AI melalui perangkat digital.

Menurut Gibran, penguasaan teknologi perlu berjalan seiring dengan penguatan nilai moral dan keagamaan yang menjadi dasar pendidikan pesantren.

“Santri dan santriwati perlu mengikuti perkembangan zaman. Akhlaknya baik, kemampuan mengaji kuat, tetapi akan lebih baik lagi jika juga menguasai teknologi seperti AI dan robotik,” kata dia.

Gibran menjelaskan bahwa pembelajaran teknologi di pesantren tidak dimaksudkan agar seluruh santri menjadi programmer. Menurutnya, pelajaran seperti coding justru bertujuan melatih cara berpikir kritis dan inovatif.

“Coding melatih anak-anak muda untuk berpikir kritis dan berpikir komputasional. Ini penting karena ke depan persaingan akan semakin ketat. Saya tidak ingin santri di pesantren ini tertinggal,” ujarnya.

Ia menilai proyek robotik yang dipelajari para santri masih berada pada tahap dasar, tetapi memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

“Yang dipelajari tadi masih dasar, tetapi bisa dikembangkan lebih jauh. Robot seperti ini setiap tahun juga dilombakan dalam berbagai kompetisi,” kata Gibran.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga berpesan kepada para guru agar terus memperbarui pengetahuan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Perkembangan teknologi sangat cepat. Guru tidak boleh tertinggal dari muridnya,” ujarnya.

Sementara itu, pengasuh pesantren, Ustaz Najib Muhammad Yusuf, mengatakan integrasi teknologi modern dengan nilai-nilai keislaman dapat dilakukan tanpa menghilangkan karakter pendidikan pesantren.

Menurut dia, teknologi dapat menjadi sarana untuk memperkuat penguasaan ilmu, pembentukan akhlak, serta pengembangan dakwah.

“Santri tetap mempelajari kitab kuning seperti biasa, tetapi kami juga memanfaatkan teknologi digital, seperti kitab dalam format PDF, kamus digital, serta perangkat pembelajaran berbasis layar seperti smart TV dan proyektor,” ujarnya.

Ia menambahkan, para santri menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti pembelajaran AI.

Salah satu pemanfaatannya adalah pembuatan video muhadatsah bahasa Arab dalam bentuk animasi tiga dimensi (3D).

Pihak pesantren berharap pemerintah terus memperluas pengenalan teknologi AI di berbagai lembaga pendidikan karena teknologi tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan pendidikan dan dakwah di masa depan. (Edo/red)

Berita Terkait

2 PJU Baru di Jalan Tangki Gang Pancur Padam, Warga Minta Dinas PKP Lakukan Pemeriksaan
278 Siswa Medan Sudah Terima Bantuan Tebus Ijazah, Pemko Kejar Target 1.000 Penerima
Usulan Nama Jalan SM Amin di Medan Dibahas, Rico Waas Siapkan Tim untuk Menindaklanjuti
Rico Waas Ingin Jazz Tak Hanya Dinikmati Kalangan Tertentu, CFN Disiapkan Jadi Panggung Musik Medan
Batam Jadi Tuan Rumah Rakernas III PJS, Utusan 25 Provinsi Dijadwalkan Hadir
Wali Kota Medan: Pembinaan UMKM Jangan Sekadar Pelatihan, Harus Menghasilkan Income
Wesly Silalahi Hadiri Farewell Parade dan Tradisi Pedang Pora, Kapolres Pematangsiantar Resmi Berganti
Pesan Wali Kota Medan ke Duta GenRe: Jangan Cuma Pakai Selempang, Harus Berdampak Nyata

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 22:24 WIB

2 PJU Baru di Jalan Tangki Gang Pancur Padam, Warga Minta Dinas PKP Lakukan Pemeriksaan

Jumat, 18 September 2026 - 19:28 WIB

278 Siswa Medan Sudah Terima Bantuan Tebus Ijazah, Pemko Kejar Target 1.000 Penerima

Jumat, 18 September 2026 - 18:55 WIB

Usulan Nama Jalan SM Amin di Medan Dibahas, Rico Waas Siapkan Tim untuk Menindaklanjuti

Jumat, 18 September 2026 - 18:50 WIB

Rico Waas Ingin Jazz Tak Hanya Dinikmati Kalangan Tertentu, CFN Disiapkan Jadi Panggung Musik Medan

Jumat, 18 September 2026 - 18:44 WIB

Batam Jadi Tuan Rumah Rakernas III PJS, Utusan 25 Provinsi Dijadwalkan Hadir

Jumat, 18 September 2026 - 17:56 WIB

Wesly Silalahi Hadiri Farewell Parade dan Tradisi Pedang Pora, Kapolres Pematangsiantar Resmi Berganti

Jumat, 18 September 2026 - 17:35 WIB

Pesan Wali Kota Medan ke Duta GenRe: Jangan Cuma Pakai Selempang, Harus Berdampak Nyata

Jumat, 18 September 2026 - 16:50 WIB

Gubernur Bobby Nasution Lantik Tiga Pejabat, Target Pembangunan Diminta Terukur

Berita Terbaru