ATAPKOTA.COM, ASAHAN – Polres Asahan menggelar apel pasukan operasi kepolisian terpusat “Ketupat Toba 2026” dalam rangka pelayanan perayaan Idul Fitri 1447 H. Kamis, 12 Maret 2026, pukul 16.28 WIB. Dengan tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, kegiatan ini bertempat di lapangan Mapolres Asahan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Asahan Taufik Rianto, SH., MAP., Ketua DPRD Asahan, Dandim 0208 Asahan, Danlanal Asahan, Polisi Militer Kisaran, perwakilan Pengadilan Negeri Kisaran, Brimob Asahan, Otniel Ferdinan dari Jasa Raharja Kisaran, serta peserta dan tamu undangan lainnya.
Rangkaian apel berlangsung dengan tertib: Kepala Polres Asahan memasuki lapangan, diikuti penghormatan kepada komandan upacara, laporan komandan apel, pemeriksaan kelengkapan peserta oleh pimpinan apel bersama Forkopimda Kabupaten Asahan, penyematan pita operasi, hingga doa penutup. Seluruh kegiatan selesai pada pukul 17.00 WIB.
Kapolres Asahan menyampaikan pidato Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan bahwa apel serentak ini menjadi wujud sinergitas lintas sektoral. Tujuannya, agar mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 H berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar. Dalam konteks global, konflik Israel-Palestina dan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat turut menjadi perhatian pemerintah. Ketidakstabilan geopolitik ini berpotensi memengaruhi harga minyak dunia dan stabilitas ekonomi nasional, termasuk nilai tukar rupiah, inflasi, dan daya beli masyarakat.
Untuk mengantisipasi dampak global, pemerintah terus melakukan diplomasi internasional aktif, mendorong perdamaian antara Palestina dan Israel, serta siap menjadi juru damai dalam konflik Timur Tengah lainnya. Di tingkat domestik, langkah strategis dilakukan melalui diplomasi perdagangan, stabilisasi harga minyak, bantuan subsidi, serta pengelolaan stok BBM dan LPG.
Polri, TNI, dan stakeholder terkait menyelenggarakan operasi terpusat selama 13 hari, mulai 13–25 Maret 2026, melibatkan 161.243 personel gabungan. Prediksi arus mudik terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret, sedangkan arus balik pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret. Sebanyak 2.746 pos disiapkan, termasuk 1.624 pos pam, 779 posyandu, dan 343 pos terpadu. Pengamanan difokuskan pada 185.607 objek vital, termasuk masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.
Sistem pengaturan lalu lintas diterapkan secara ketat, termasuk pembatasan operasional angkutan barang, sistem one-way, contraflow, ganjil-genap, penundaan proyek konstruksi, pengaturan penyeberangan laut, dan penggunaan penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat sementara. Layanan call center 110 dioptimalkan untuk memonitor situasi.
Wakil Bupati Taufik Rianto, SH., MAP., menyatakan bahwa ketersediaan BBM di Kabupaten Asahan aman, dan pemudik diimbau untuk tidak panik membeli. Kapolres Asahan menambahkan bahwa tersedia delapan pos pelayanan dan pos terpadu, dengan 199 personel polisi, belum termasuk stakeholder lain. Kapolres juga memastikan penitipan sepeda motor untuk pemudik dapat dilakukan di Polres maupun Polsek tanpa biaya, dengan keamanan terjamin.
“Semua langkah yang kami lakukan bertujuan memastikan mudik dan perayaan Idul Fitri di Asahan berlangsung aman, nyaman, dan tertib. Dukungan masyarakat sangat penting agar operasi ini sukses,” ujar Kapolres Asahan saat ditemui di lapangan apel. (AP/red)

































