ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Penebangan pohon mahoni di Jalan Parapat, tepat di depan Rumah Makan Singgalang, memunculkan pertanyaan warga terkait penyebab dan dasar tindakan tersebut mengingat suasana libur Nasional. Jumat, 20 Maret 2026.
Kepala Bidang di Dinas PKP, Juang Sijabat, menyatakan penebangan dilakukan karena pohon dalam kondisi terbakar. Namun, ia tidak menjelaskan dasar teknis maupun prosedur penebangan.
“Saya sudah kirim video ke rekan wartawan. Di situ ada polisi dan damkar, bisa dikonfirmasi,” ujarnya, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut alasan penebangan Pohon yang dilakukan.
Warga sekitar menyebut penebangan terjadi pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka mengaku sebelumnya melihat asap keluar dari bagian atas pohon.
Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, kejadian itu diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran dilokasi pada malam sebelumnya.
“Malam tadi penjaga malam di situ sempat bakar-bakar. Pagi harinya muncul asap dari atas pohon,” ujarnya sembari menambahkan jika sering terlihat penjaga RM membakar dipohon tersebut.
Terkait sisa potongan kayu Mahoni tersebut, Warga juga mengaku tidak mengetahui ke mana sisa potongan kayu mahoni tersebut dibawa setelah penebangan.
Diketahui jika dalam beberapa hari terakhir, kondisi cuaca di Pematangsiantar didominasi hujan, termasuk hingga Kamis malam, 19 Maret 2026. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, mengingat dugaan kebakaran justru terjadi dari bagian dalam pohon.
Sejumlah warga menduga pohon tersebut sengaja dibakar untuk menjadi alasan penebangan.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang. Begitupun Pihak dari Dinas Lingkungan Hidup, belum memberi tanggapan terkait ada atau tidaknya rekomendasi penebangan Pohon Mahoni tersebut.
Kadis Lingkungan Hidup Kota Pematangsiantar Arri Sembiring,S.STP, M.Si, saat dikonfirmasi mengatakan akan segera melakukan pengecekan.
“Nanti Saya Chek,”tulisnya dalam pesan Whatsapp, Jumat, 20 Maret 2026.
Hingga berita ini diterbitkan, pemilik Rumah Makan Singgalang belum memberikan tanggapan atas peristiwa tersebut, begitupun Dinas PKP belum menjelaskan terkait penebangan yang dilakukan disaat suasana libur Kantor. (AP/red)




































