Pemko Pematangsiantar Paparkan Strategi Penurunan Pengangguran di Forum Kemendagri

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 1 April 2026 - 20:02 WIB

40136 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR — Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar memaparkan berbagai strategi dan inovasi dalam menurunkan tingkat pengangguran dalam kegiatan Penilaian Presentasi Kepala Daerah dalam rangka Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Dimensi Penurunan Tingkat Pengangguran yang digelar Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn mengikuti kegiatan tersebut yang dibuka langsung oleh Kepala BSKDN Kemendagri Dr Yusharto Huntoyungo MPd, Rabu (1/4/2026).

Dalam sesi presentasi yang dilaksanakan secara zoom meeting dari Command Center Lantai 2 Balai Kota Pematangsiantar, Wesly diwakili oleh Sekretaris Daerah Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi.

Dalam paparannya, Junaedi menjelaskan kondisi demografi dan ekonomi Kota Pematangsiantar. Jumlah penduduk tercatat 277.054 jiwa pada 2024 dan meningkat menjadi 279.198 jiwa pada 2025.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pematangsiantar juga mengalami peningkatan dari 81,17 pada 2024 menjadi 81,71 pada 2025.

“Untuk tingkat pengangguran terbuka (TPT), pada tahun 2024 tercatat sebesar 8,00 persen, dan pada tahun 2025 menurun menjadi 7,74 persen,” kata Junaedi.

Ia menjelaskan, Pemko Pematangsiantar menerapkan sejumlah strategi untuk menekan angka pengangguran, di antaranya memperluas kesempatan kerja, memperkuat sinergi dengan program pemerintah pusat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mendorong inovasi lintas sektor.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah regulasi strategis, termasuk Ranperda Perlindungan Tenaga Kerja Lokal dan Ranperda Pemberian Insentif serta Kemudahan Berinvestasi.

Pemko juga menyusun Rencana Tenaga Kerja Kota Pematangsiantar 2025–2029 serta Rencana Pembangunan Industri Kota Pematangsiantar sebagai upaya memperkuat sektor ketenagakerjaan.

Menurut Junaedi, struktur ketenagakerjaan di Kota Pematangsiantar masih didominasi sektor informal. Pada tahun 2025, pekerja sektor informal tercatat 51,64 persen atau sekitar 75.050 orang, sedangkan sektor formal 48,36 persen atau sekitar 70.293 orang.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemko Pematangsiantar menjalankan berbagai program, seperti pembinaan Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK, penyelenggaraan job fair, pelatihan kerja berbasis kompetensi dengan sertifikasi BNSP, serta pemberian bantuan peralatan usaha bagi pelaku UMKM melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan.

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan program pelatihan kewirausahaan, manajemen usaha, serta standardisasi produk untuk meningkatkan daya saing masyarakat.

“Upaya menurunkan pengangguran tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat,” ujar Junaedi menyampaikan pesan Wali Kota.

Sebagai inovasi daerah, Pemko Pematangsiantar melalui Dinas Ketenagakerjaan juga menghadirkan Klinik Konseling Ketenagakerjaan, yaitu layanan konseling terpadu bagi pencari kerja, pekerja, maupun korban PHK.

Layanan tersebut bertujuan memberikan solusi, dukungan psikologis, informasi lowongan kerja, serta pendampingan bagi masyarakat dalam menghadapi dunia kerja.

Program ini juga diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan ketenagakerjaan seperti rendahnya kesiapan kerja, ketidaksesuaian kompetensi, serta keterbatasan informasi lowongan kerja.

Melalui presentasi tersebut, Pemko Pematangsiantar berharap capaian dalam menurunkan angka pengangguran dapat memperoleh apresiasi sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Kegiatan berlangsung lancar dan diakhiri dengan sesi tanya jawab serta evaluasi dari tim penilai. (AP/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru