Rico Waas Gandeng GPIB Immanuel, Dorong PKH dan Gerakan Kebersihan Kota

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 7 April 2026 - 18:56 WIB

4098 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat foto bersama pengurus GPIB Immanuel Medan di Balai Kota Medan, Selasa, 7 April 2026.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat foto bersama pengurus GPIB Immanuel Medan di Balai Kota Medan, Selasa, 7 April 2026.

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Pemerintah Kota Medan mendorong keterlibatan komunitas keagamaan dalam pelaksanaan program pembangunan daerah. Hal ini disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menerima audiensi pengurus GPIB Immanuel Medan di Balai Kota Medan, Selasa, 7 April 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Rico menilai peran lembaga keagamaan memiliki posisi strategis dalam mendukung program pemerintah, terutama di sektor sosial dan lingkungan. Ia menyebut pembangunan kota tidak dapat berjalan optimal tanpa partisipasi masyarakat, termasuk dari unsur gereja.

Menurut dia, terdapat sejumlah program yang dapat disinergikan, salah satunya melalui gerakan kebersihan lingkungan yang digagas Dinas Lingkungan Hidup. Program tersebut mendorong partisipasi warga dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas dampak program sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia menyoroti program bantuan sosial PKH Medan Makmur yang menyasar kelompok lanjut usia dan penyandang disabilitas. Program yang bersumber dari APBD tersebut memberikan bantuan bulanan kepada penerima manfaat.

Rico berharap pihak gereja dapat berperan dalam membantu memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran. Ia menilai jaringan sosial yang dimiliki komunitas keagamaan dapat mendukung validasi data penerima.

“Peran komunitas menjadi penting agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Rico juga menyinggung kondisi rumah ibadah yang memiliki nilai sejarah, termasuk bangunan gereja yang berstatus cagar budaya. Ia menyatakan pemerintah daerah memiliki program yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung perawatan dan renovasi bangunan tersebut.

Ia juga membuka ruang komunikasi bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi di lapangan. Pemerintah, kata dia, akan menindaklanjuti laporan tersebut melalui mekanisme yang ada.

Sementara itu, Pendeta Salmon Lea Timea menyampaikan bahwa dirinya baru bertugas di Medan dalam beberapa bulan terakhir. Dalam audiensi tersebut, ia memperkenalkan diri sekaligus menyatakan kesiapan gereja untuk mendukung program pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, pihaknya tengah menginisiasi program bertajuk Gerakan Peduli Immanuel Berbagi yang berfokus pada kegiatan sosial, penguatan toleransi antarumat beragama, serta kepedulian lingkungan.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya menyasar internal jemaat, tetapi juga masyarakat luas melalui aksi sosial dan kolaborasi lintas komunitas.

“Kami berupaya hadir sebagai bagian dari masyarakat melalui kegiatan sosial dan lingkungan,” ujarnya.

Ia juga berharap adanya dukungan pemerintah daerah agar program yang dijalankan dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Dalam pertemuan itu, ia turut menyinggung kondisi bangunan gereja yang dinilai membutuhkan perhatian, mengingat statusnya sebagai cagar budaya.

Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara pemerintah daerah dan komunitas keagamaan dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan di Kota Medan. (AP/red)

Berita Terkait

MA Tolak Kasasi Wali Kota Pematangsiantar, SK Pemberhentian Syaiful Amin Tetap Batal
Wapres Gibran Temui Keluarga Petugas Gugur Saat Tangani Karhutla di Palangka Raya
Karhutla Berdampak pada Kualitas Udara, Wapres Gibran Minta Sekolah Siapkan Penyesuaian Pembelajaran
Wapres Gibran Kunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Pastikan Dampak Karhutla Ditangani
Seskab Teddy: Prabowo Langsung Instruksikan KSAL Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak, 11 Kapal Dikerahkan
PT Socfindo Salurkan Bantuan 1 Unit AC ke SMPN 1 Gunung Meriah
Dari Bangku SMA, Pelajar Medan Ini Bermimpi Menjadi Kapolri Perempuan Pertama
PSEL Medan Raya Bernilai US$ 200 Juta Ditargetkan Beroperasi 2028, Pemprov Sumut Kawal Percepatan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 15:29 WIB

MA Tolak Kasasi Wali Kota Pematangsiantar, SK Pemberhentian Syaiful Amin Tetap Batal

Jumat, 11 September 2026 - 04:22 WIB

Wapres Gibran Temui Keluarga Petugas Gugur Saat Tangani Karhutla di Palangka Raya

Jumat, 11 September 2026 - 04:17 WIB

Karhutla Berdampak pada Kualitas Udara, Wapres Gibran Minta Sekolah Siapkan Penyesuaian Pembelajaran

Jumat, 11 September 2026 - 03:10 WIB

Wapres Gibran Kunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Pastikan Dampak Karhutla Ditangani

Jumat, 11 September 2026 - 02:22 WIB

Seskab Teddy: Prabowo Langsung Instruksikan KSAL Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak, 11 Kapal Dikerahkan

Kamis, 10 September 2026 - 21:44 WIB

Dari Bangku SMA, Pelajar Medan Ini Bermimpi Menjadi Kapolri Perempuan Pertama

Kamis, 10 September 2026 - 20:15 WIB

PSEL Medan Raya Bernilai US$ 200 Juta Ditargetkan Beroperasi 2028, Pemprov Sumut Kawal Percepatan

Kamis, 10 September 2026 - 19:46 WIB

150 Penyelamat Lingkungan TPA Terjun Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Rico Waas Soroti Risiko Kerja

Berita Terbaru