ATAPKOTA.COM, MEDAN — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, mengajak generasi muda mengambil peran sebagai solusi dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa. Pesan itu disampaikan dalam perayaan Paskah Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Indonesia Wilayah I Sumatera Utara–Aceh yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, pada Sabtu, 11 April 2026.
Dalam sambutannya, Sulaiman menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. Ia menilai generasi muda tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki integritas dan kepedulian sosial.
“Generasi muda diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi, bukan menambah persoalan,” ujarnya.
Ia juga memaknai Paskah sebagai momentum refleksi atas nilai pengorbanan, harapan, dan kebangkitan. Menurut dia, setiap tantangan yang dihadapi dapat menjadi peluang untuk tumbuh dan memperbaiki diri.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, lanjut Sulaiman, mengapresiasi peran MPK dalam mendukung pendidikan berbasis keagamaan. Ia menilai lembaga tersebut berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan integritas.
“Pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kepribadian dan kepedulian sosial,” kata dia.
Sementara itu, Ketua PMKW Sumatera Utara, RE Nainggolan, menjelaskan bahwa MPK merupakan wadah kolaborasi antara pemerintah, yayasan, dan tokoh gereja. Lembaga ini berfungsi sebagai forum koordinasi dan pembinaan bagi sekolah-sekolah Kristen di Indonesia.
Menurut dia, peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan penguatan nilai keimanan. “Peserta didik tidak hanya dituntut meningkatkan ilmu, tetapi juga memperkuat iman,” ujarnya.
Perayaan Paskah tersebut dihadiri perwakilan generasi muda dari 23 perguruan Kristen di wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Turut hadir perwakilan MPK Pusat, Inge Halim, serta Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, bersama jajaran perangkat daerah dan tokoh masyarakat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan menjadi ruang penguatan nilai kebersamaan serta refleksi spiritual bagi para peserta. (AP/red)

































