Belacan Khas Asahan Ditargetkan Tembus Pasar Thailand, Pemkab Siapkan Dukungan untuk UMKM

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 20:35 WIB

4017 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menerima kunjungan Kepala Stasiun Pengawasan dan Pengujian Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (PPMHKP) Tanjung Balai Asahan, Aan Fibro Widodo, beserta rombongan di Rumah Dinas Bupati Asahan, Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menerima kunjungan Kepala Stasiun Pengawasan dan Pengujian Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (PPMHKP) Tanjung Balai Asahan, Aan Fibro Widodo, beserta rombongan di Rumah Dinas Bupati Asahan, Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

ATAPKOTA.COM, ASAHAN – Produk belacan khas Asahan mulai diarahkan untuk menembus pasar internasional. Rencana tersebut mengemuka saat Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menerima kunjungan Kepala Stasiun Pengawasan dan Pengujian Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (PPMHKP) Tanjung Balai Asahan, Aan Fibro Widodo, beserta rombongan di Rumah Dinas Bupati Asahan, Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam pertemuan tersebut, PPMHKP Tanjung Balai Asahan menyampaikan rencana kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Asahan untuk melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM penghasil belacan khas daerah.

Kepala Stasiun PPMHKP Tanjung Balai Asahan, Aan Fibro Widodo, mengatakan pihaknya tengah mewacanakan kerja sama dengan Pemkab Asahan untuk mengembangkan sekaligus mempromosikan produk belacan hingga ke pasar internasional.

“Kami berwacana untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam membina salah satu UMKM asli Asahan, yakni produk belacan,” ujar Aan.

Menurut dia, produk tersebut direncanakan menjadi komoditas yang diperkenalkan ke pasar Thailand pada Oktober 2026. Jika terealisasi, pengiriman tersebut akan menjadi ekspor perdana produk belacan dimaksud ke negara tersebut.

“Rencananya, produk ini akan diekspor ke Thailand pada bulan Oktober 2026. Ini merupakan ekspor perdana dan akan membawa nama Asahan di kancah internasional,” katanya.

PPMHKP juga berharap belacan khas Asahan dapat berkembang menjadi salah satu ikon produk unggulan daerah. Pembinaan terhadap pelaku UMKM, kata Aan, diharapkan tidak berhenti pada rencana ekspor perdana, tetapi berlanjut untuk memperkuat kualitas dan keberlanjutan usaha.

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menyatakan dukungan Pemerintah Kabupaten Asahan terhadap rencana tersebut. Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait membantu dan memfasilitasi kebutuhan program agar pengembangan UMKM dapat berjalan optimal.

“Kami mendukung sepenuhnya program ini. Saya meminta kepada OPD terkait untuk dapat membantu dan memfasilitasi program tersebut,” kata Taufik.

Menurut Taufik, peluang membawa produk lokal ke pasar luar negeri dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pasar UMKM sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk daerah.

“Dengan adanya inisiatif ini, kita dapat memasarkan produk UMKM asli Asahan hingga ke luar negeri,” ujarnya.

Taufik juga mengapresiasi PPMHKP Tanjung Balai Asahan yang ikut mendorong pengembangan dan promosi produk lokal.

“Terima kasih kepada PPMHKP yang telah berkenan memasarkan produk asli Asahan. Melalui program ini, penghasilan masyarakat Asahan akan bertambah. Mari bersama-sama bantu kami dalam mengembangkan UMKM Asahan agar semakin maju dan dikenal luas,” katanya.

Rencana ekspor belacan ke Thailand tidak hanya berkaitan dengan pemasaran produk, tetapi juga menyangkut kesiapan UMKM dalam memenuhi standar mutu dan persyaratan pasar internasional.

Karena itu, pembinaan berkelanjutan menjadi penting agar pelaku usaha tidak hanya mampu melakukan pengiriman perdana, tetapi juga mempertahankan kualitas produk, kapasitas produksi, legalitas, kemasan, serta kesinambungan pasokan.

Pemerintah Kabupaten Asahan bersama PPMHKP Tanjung Balai Asahan diharapkan dapat memastikan seluruh tahapan tersebut dipersiapkan sebelum target ekspor Oktober 2026 direalisasikan.

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Asahan, sejumlah OPD terkait, serta tamu undangan lainnya. Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dalam keadaan aman dan lancar.(AP/red)

Berita Terkait

Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi
Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan
Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga
Wabup Simalungun Minta Pasar Lokal Dilibatkan dalam Rantai Pasok Program MBG
15 Tahun Menanti, Warga Gang Keluarga Kwala Bekala Kini Nikmati Jalan Beton
Kendalikan Inflasi dan Deflasi, Rico Waas Minta TPID Medan Bergerak Lebih Dini
Tiga Pekerja Tewas dalam Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei
Donor Darah Warnai HUT ke-79 Koperasi di Pematangsiantar, Digelar Dua Hari

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 21:29 WIB

Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi

Kamis, 3 September 2026 - 21:00 WIB

Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan

Kamis, 3 September 2026 - 20:35 WIB

Belacan Khas Asahan Ditargetkan Tembus Pasar Thailand, Pemkab Siapkan Dukungan untuk UMKM

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Kamis, 3 September 2026 - 20:05 WIB

Wabup Simalungun Minta Pasar Lokal Dilibatkan dalam Rantai Pasok Program MBG

Kamis, 3 September 2026 - 18:51 WIB

Kendalikan Inflasi dan Deflasi, Rico Waas Minta TPID Medan Bergerak Lebih Dini

Kamis, 3 September 2026 - 18:41 WIB

Tiga Pekerja Tewas dalam Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei

Kamis, 3 September 2026 - 18:36 WIB

Donor Darah Warnai HUT ke-79 Koperasi di Pematangsiantar, Digelar Dua Hari

Berita Terbaru