ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Pemerintah Kota Pematangsiantar menekankan pentingnya penguatan nilai keagamaan dalam menghadapi tantangan sosial generasi muda saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-12 tingkat Kecamatan Siantar Marimbun, Jumat (17 April 2026).
Pembukaan kegiatan yang berlangsung di Jalan Melanthon Siregar, Kelurahan Marihat Jaya, itu dihadiri Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat Setdako, Budi Utari Siregar, A.P., yang mewakili Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, S.H., M.Kn.
Dalam sambutan tertulis Wali Kota yang dibacakan Budi Utari, pemerintah menilai MTQ tidak sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyebut kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membentengi generasi muda dari pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba dan pergeseran nilai sosial.
“MTQ diharapkan menjadi ruang untuk memperdalam makna Al-Qur’an sekaligus memperkuat keimanan serta mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat,” ujar Budi Utari membacakan sambutan.
Menurut dia, dinamika perubahan sosial yang semakin cepat menuntut adanya penguatan nilai agama sebagai landasan moral, khususnya bagi generasi muda.
Pemerintah, kata dia, mendorong agar kegiatan keagamaan seperti MTQ dapat menjadi sarana edukasi yang berkelanjutan, tidak hanya bersifat seremonial.
Pembukaan MTQN ditandai dengan pemukulan beduk setelah sebelumnya ditampilkan tari tortor Simalungun oleh siswa Perguruan Ibnu Sina.
Selanjutnya, panitia membacakan Surat Keputusan Dewan Hakim yang dipimpin Sekretaris Camat Siantar Marimbun, Manongan Hutagalung, serta pelantikan dewan hakim oleh Camat Siantar Marimbun, Alexsandro Siahaan, S.I.P., M.Si.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pematangsiantar, Dr. Al Ahyu, M.A., menyampaikan apresiasi atas konsistensi Kecamatan Siantar Marimbun dalam menyelenggarakan MTQN.
Ia menilai kegiatan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan serta memperkuat karakter generasi muda.
“MTQ bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya membangun pemahaman keagamaan yang lebih mendalam,” ujarnya.
Menurut dia, pelaksanaan MTQ secara berjenjang—mulai dari tingkat kecamatan hingga nasional—juga menjadi sarana meningkatkan kapasitas dan kualitas peserta.
Ia menambahkan, suasana kerukunan antarumat beragama di Pematangsiantar menjadi modal sosial penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan keagamaan.
Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Siantar Marimbun, Basri Munthe, Ketua BKMT Kota Pematangsiantar, Hj. Ernayati Saragih, Ketua TP PKK Kecamatan Siantar Marimbun, Theresia Anggreini, serta para lurah se-kecamatan. (AP/red)


































