ATAPKOTA.COM, ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar Rapat Koordinasi Pemerintahan (RakorPem) sebagai forum sinkronisasi program prioritas daerah dengan kebijakan nasional, yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, Jumat (17 April 2026).
Rapat yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dipimpin oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., dan dihadiri jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah, camat, hingga kepala puskesmas se-Kabupaten Asahan.
Forum ini menjadi wadah komunikasi strategis untuk menyelaraskan pelaksanaan program pembangunan daerah, khususnya dalam upaya percepatan ekonomi, penguatan masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pelayanan publik.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan program prioritas pemerintah. Ia menginstruksikan seluruh kepala OPD, camat, dan kepala puskesmas untuk mendukung berbagai program strategis yang tengah dijalankan pemerintah.
Beberapa program yang menjadi perhatian antara lain Gerakan ASRI, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, program cetak sawah, hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pengembangan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda.
Menurut Rianto, keberhasilan program-program tersebut bergantung pada konsistensi pelaksanaan di tingkat daerah serta koordinasi yang terintegrasi.
Selain itu, rapat juga membahas penerapan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) sesuai regulasi terbaru, yakni Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 20 Tahun 2025 dan Keputusan Kepala BKN Nomor 411 Tahun 2025.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu mengidentifikasi dan menempatkan ASN yang memiliki kompetensi terbaik pada posisi strategis guna meningkatkan kinerja organisasi.
“Penerapan manajemen talenta menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kualitas birokrasi dan mendukung pencapaian visi pembangunan daerah,” ujar Wakil Bupati.
Rakor juga menyoroti pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini difokuskan pada perbaikan rumah dengan kondisi rusak berat, termasuk bagi kelompok rentan seperti lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Pemerintah daerah menilai program tersebut sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan sekaligus peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Rangkaian rapat berlangsung hingga menjelang siang dan ditutup sekitar pukul 11.50 WIB dalam kondisi tertib dan lancar. (AP/red)
































