Dinilai Jadi “Parkiran Karier”, Sekjen Permahi Dorong Penghapusan Aipda dan Aiptu

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 11 Mei 2026 - 16:10 WIB

40201 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen DPN Permahi Muhammad Afghan Ababil.

Sekjen DPN Permahi Muhammad Afghan Ababil.

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Wacana reformasi institusi Kepolisian Republik Indonesia kembali mengemuka setelah Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) menyerahkan rekomendasi reformasi kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Selasa, 5 Mei 2026.

Komisi yang dipimpin Jimly Asshiddiqie itu membawa sejumlah rekomendasi strategis terkait pembenahan kelembagaan Polri, mulai dari penguatan pengawasan hingga reformasi internal organisasi.

Di tengah pembahasan reformasi tersebut, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPN Permahi), Muhammad Afghan Ababil, menyampaikan usulan penyederhanaan struktur kepangkatan di tubuh Polri.

Afghan mengusulkan penghapusan jenjang pangkat Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) dan Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) sebagai bagian dari reformasi sistem karier dan penguatan meritokrasi di institusi kepolisian.

Menurutnya, reformasi Polri tidak cukup hanya menyentuh aspek pengawasan maupun administrasi, tetapi juga perlu menyasar sistem pengembangan sumber daya manusia dan pola jenjang karier anggota.

“Polri membutuhkan sistem karier yang lebih sehat, produktif, dan berbasis meritokrasi. Selama ini jenjang Aipda dan Aiptu dinilai berada pada fase transisi yang cukup panjang,” ujar Afghan.

Ia menilai keberadaan dua jenjang tersebut berpotensi memperpanjang birokrasi internal dan menyebabkan stagnasi karier bagi sebagian anggota bintara senior.

Menurut Afghan, banyak personel yang memiliki pengalaman lapangan dan kapasitas kepemimpinan justru tertahan dalam jenjang tertentu tanpa kepastian pengembangan karier yang lebih jelas.

Afghan menjelaskan, setelah reformasi 1998 dan pemisahan Polri dari ABRI, institusi kepolisian diposisikan sebagai institusi sipil negara. Karena itu, pola pengembangan karier disebut perlu menyesuaikan prinsip birokrasi modern yang lebih adaptif dan berbasis kompetensi.

“Dalam birokrasi sipil terdapat percepatan pengembangan menuju jenjang kepemimpinan atau fungsional tertentu. Di Polri, jenjang karier bintara dinilai masih terlalu panjang,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya memberikan akses pendidikan perwira secara lebih objektif kepada anggota bintara yang dinilai memiliki prestasi, integritas, dan kemampuan kepemimpinan.

Menurutnya, anggota yang berprestasi seharusnya memperoleh kesempatan pengembangan karier berdasarkan rekam jejak dan kemampuan profesional, bukan karena faktor kedekatan atau jalur informal.

“Jika anggota yang memiliki pengalaman lapangan dan kapasitas kepemimpinan diberi akses pendidikan perwira secara terbuka dan objektif, maka kualitas kepemimpinan Polri ke depan akan semakin baik,” ujarnya.

Afghan menegaskan reformasi sumber daya manusia perlu menjadi bagian penting dalam agenda besar pembenahan institusi kepolisian.

Ia menilai penyederhanaan struktur kepangkatan dapat membuat organisasi lebih efektif, adaptif, dan responsif terhadap tantangan keamanan nasional yang terus berkembang.

“Penguatan organisasi harus dimulai dari pembenahan sistem karier dan pengembangan sumber daya manusia agar institusi mampu menciptakan kepemimpinan yang profesional dan berbasis meritokrasi,” pungkasnya.(*)

Kontributor : Muhammad Rifqi.

Berita Terkait

Hadiri HUT ke-46 Dekranas, Kahiyang Ayu Dorong Kriya dan Wastra Sumut Tembus Pasar Global
Polres Pelabuhan Belawan Intensifkan Patroli Malam, Antisipasi Curas, Curat, dan Curanmor
Tinjau Tol Prosiwangi, Wapres Gibran Dorong Percepatan Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur
Temasek Singapura Jajaki Investasi di TSTH2 Humbahas, Wagub Sumut Dorong Pengembangan Pusat Bioekonomi Tropis
Bupati Simalungun Tinjau Pematang Silimahuta, Serap Aspirasi dan Beri Solusi Langsung untuk Warga
Bupati Asahan Hadiri Pisah Sambut Danlanal Tanjung Balai Asahan, Tegaskan Pentingnya Sinergi Forkopimda
Pemko Pematangsiantar Hadiri Pembukaan Rapat Sinode Kerja ke-48 Gereja Pentakosta, Dorong Sinergi Bangun Daerah
Universitas Asahan dan Pemkab Asahan Teken MoU, Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:18 WIB

Hadiri HUT ke-46 Dekranas, Kahiyang Ayu Dorong Kriya dan Wastra Sumut Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:17 WIB

Polres Pelabuhan Belawan Intensifkan Patroli Malam, Antisipasi Curas, Curat, dan Curanmor

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:14 WIB

Tinjau Tol Prosiwangi, Wapres Gibran Dorong Percepatan Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:44 WIB

Temasek Singapura Jajaki Investasi di TSTH2 Humbahas, Wagub Sumut Dorong Pengembangan Pusat Bioekonomi Tropis

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:20 WIB

Bupati Asahan Hadiri Pisah Sambut Danlanal Tanjung Balai Asahan, Tegaskan Pentingnya Sinergi Forkopimda

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:59 WIB

Pemko Pematangsiantar Hadiri Pembukaan Rapat Sinode Kerja ke-48 Gereja Pentakosta, Dorong Sinergi Bangun Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:40 WIB

Universitas Asahan dan Pemkab Asahan Teken MoU, Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk Pembangunan Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:30 WIB

Bobby Nasution Apresiasi SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Sekolah Negeri Pertama di Indonesia Raih Otorisasi IB

Berita Terbaru