Di Hadapan Meutya Hafid, Rico Waas Beberkan Dampak Judi Online hingga Pecat Camat

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:45 WIB

4075 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Medan Rico Waas.

Wali Kota Medan Rico Waas.

ATAPKOTA.COM, MEDAN — Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik judi online di Kota Medan saat menghadiri kegiatan edukasi publik yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital bersama masyarakat di Kembar Kafe, Jalan Sakti Lubis, Kecamatan Medan Amplas, Rabu, 13 Mei 2026.

Kegiatan bertajuk “Indonesia.go.id Menyapa Medan: GASS POL Tolak Judol” itu menjadi bagian dari kampanye edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahaya judi online.

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, praktisi strategi komunikasi keberlanjutan Rike Amru, kreator konten Wawan Wandou, serta tokoh agama Abdul Muhadir Ritonga.

Dalam sambutannya, Rico Waas menyebut praktik judi online telah memberikan dampak serius terhadap berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga aparatur pemerintahan.

Ia bahkan mengungkapkan Pemerintah Kota Medan telah mengambil tindakan disipliner terhadap seorang camat yang diduga terlibat dalam aktivitas judi online. Namun, Rico Waas tidak merinci identitas maupun proses hukum terkait kasus tersebut.

“Teknologi sebenarnya diciptakan untuk membantu kehidupan masyarakat. Tetapi di sisi lain, ada celah yang dimanfaatkan untuk hal-hal negatif, termasuk judi online yang kini menyasar anak-anak hingga orang dewasa,” ujar Rico Waas.

Menurutnya, dampak judi online tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi, tetapi juga memicu keretakan hubungan keluarga dan gangguan sosial di masyarakat.

“Banyak persoalan rumah tangga yang dipicu kecanduan judi online. Dampaknya bisa merusak mental, keharmonisan keluarga, hingga masa depan generasi muda,” katanya.

Rico Waas juga menyoroti pentingnya pengawasan keluarga terhadap penggunaan gawai dan media digital. Ia menilai interaksi dalam keluarga mulai berkurang akibat penggunaan perangkat digital yang tidak terkontrol.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan judi online telah berkembang menjadi persoalan nasional yang menyasar seluruh kelompok usia, termasuk anak-anak.

“Jumlah anak yang terpapar judi online mencapai hampir 200 ribu orang dan sekitar 80 ribu di antaranya berusia di bawah 10 tahun. Ini menunjukkan persoalan judi online sudah sangat serius,” ujar Meutya.

Meski demikian, pernyataan tersebut belum disertai rincian sumber data dalam forum kegiatan tersebut.

Menurut Meutya, pemerintah terus melakukan pemutusan akses terhadap situs judi online sekaligus memperkuat edukasi literasi digital kepada masyarakat.

“Pemerintah tidak hanya fokus melakukan penutupan akses, tetapi juga membangun kesadaran publik mengenai dampak judi online terhadap kehidupan sosial dan keluarga,” katanya.

Ia menjelaskan, praktik judi online kerap memicu persoalan sosial seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), konflik keluarga, hingga tekanan ekonomi.

“Banyak laporan yang menunjukkan anggota keluarga menjadi korban akibat kecanduan judi online. Dampaknya bukan hanya ekonomi, tetapi juga hilangnya keharmonisan dalam keluarga,” ungkap Meutya.

Ia menambahkan, penanganan judi online membutuhkan keterlibatan lintas sektor, mulai dari aparat penegak hukum, lembaga keuangan, regulator, hingga platform media sosial.

“Pemberantasan judi online tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, aparat hukum, perbankan, OJK, dan platform digital karena penyebaran iklannya juga masif di media sosial,” tegasnya.

Melalui kegiatan “GASS POL Tolak Judol”, pemerintah berharap kesadaran masyarakat, terutama generasi muda di Kota Medan, semakin meningkat untuk menjauhi praktik judi online dan membangun masa depan yang lebih sehat secara sosial maupun ekonomi. (Mery/red)

Berita Terkait

Disnaker Medan Fasilitasi 1.017 Warga Bekerja ke Luar Negeri hingga Mei 2026
Seorang Terduga Pelaku Penjambretan Ditangkap Polisi di Aceh Tamiang
Residivis Sabu di Simalungun Ditangkap Usai Lompat Tembok dan Buang Barang Bukti
Temui Dubes Australia, Bobby Nasution Promosikan Potensi Strategis Sumut di Jalur Selat Malaka
Polsek Dolok Pardamean Amankan Ibadah Kenaikan Isa Almasih di Sejumlah Gereja
Ariston Sidauruk Serap Konsep Pariwisata Bali, Siapkan Pengembangan KEK Danau Toba
Kabupaten Asahan Masuk Prioritas Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
Wapres Gibran Dorong Gubernur Se-Indonesia Promosikan Destinasi Lewat BBTF 2026

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:57 WIB

Disnaker Medan Fasilitasi 1.017 Warga Bekerja ke Luar Negeri hingga Mei 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:55 WIB

Seorang Terduga Pelaku Penjambretan Ditangkap Polisi di Aceh Tamiang

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:35 WIB

Residivis Sabu di Simalungun Ditangkap Usai Lompat Tembok dan Buang Barang Bukti

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:20 WIB

Temui Dubes Australia, Bobby Nasution Promosikan Potensi Strategis Sumut di Jalur Selat Malaka

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:30 WIB

Ariston Sidauruk Serap Konsep Pariwisata Bali, Siapkan Pengembangan KEK Danau Toba

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:45 WIB

Kabupaten Asahan Masuk Prioritas Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:21 WIB

Wapres Gibran Dorong Gubernur Se-Indonesia Promosikan Destinasi Lewat BBTF 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:45 WIB

Di Hadapan Meutya Hafid, Rico Waas Beberkan Dampak Judi Online hingga Pecat Camat

Berita Terbaru

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menerima penghargaan BKPRMI.

PEMATANGSIANTAR

Pemko Pematangsiantar Raih Penghargaan Nasional BKPRMI di Rapimnas 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:29 WIB