Presiden Prabowo Instruksikan Bunga PNM Mekaar Turun di Bawah 9 Persen

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:20 WIB

40152 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara yang digelar di kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Rabu, 13 Mei 2026.

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara yang digelar di kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Rabu, 13 Mei 2026.

ATAPKOTA.COM, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penurunan suku bunga program pembiayaan Permodalan Nasional Madani Mekaar hingga di bawah 9 persen sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat prasejahtera dan pelaku usaha mikro.

Instruksi tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam kegiatan di kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Presiden menilai beban bunga yang selama ini dikenakan kepada kelompok masyarakat kecil masih terlalu tinggi dibanding akses pembiayaan yang diterima pelaku usaha besar.

“Bunga pembiayaan untuk masyarakat kecil harus diturunkan hingga di bawah 9 persen,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ketimpangan dalam sistem pembiayaan nasional, di mana pelaku usaha besar justru memperoleh akses kredit dengan bunga lebih rendah dibanding masyarakat berpenghasilan rendah.

Ia menegaskan pemerintah akan terus mengevaluasi sistem pembiayaan nasional agar lebih sesuai dengan prinsip keadilan sosial.

“Negara tidak boleh membiarkan masyarakat kecil menanggung beban pembiayaan lebih berat dibanding kelompok ekonomi yang lebih kuat,” katanya.

Selain menyoroti kebijakan kredit usaha rakyat, Presiden juga meminta seluruh kementerian dan lembaga mempercepat reformasi birokrasi, khususnya dalam proses perizinan usaha dan investasi.

Prabowo mengatakan berbagai hambatan administratif masih menjadi keluhan dunia usaha karena proses perizinan dinilai memakan waktu panjang.

“Pemerintah harus memperbaiki sistem, mengurangi ketidakefisienan, dan mempermudah proses perizinan usaha,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga meminta Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, membentuk satuan tugas deregulasi untuk menyederhanakan aturan yang dinilai tumpang tindih.

Menurut Presiden, langkah deregulasi diperlukan agar iklim investasi menjadi lebih kompetitif dan mampu membuka lapangan kerja baru.

Ia menegaskan pemerintah akan mendukung pelaku usaha yang menjalankan kegiatan usaha secara legal dan produktif.

“Pengusaha yang bekerja dengan baik harus dibantu karena mereka berperan dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Prabowo.

Presiden juga mengakui masih terdapat keluhan dari investor terkait panjangnya proses perizinan di Indonesia. Karena itu, pemerintah berkomitmen mempercepat pembenahan sistem birokrasi agar lebih efisien dan transparan.

Di akhir sambutannya, Prabowo mengajak seluruh jajaran pemerintah fokus melakukan perbaikan sistem dan efisiensi anggaran demi mendukung kesejahteraan masyarakat. (Edo/red)

Berita Terkait

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo
Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat
Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba
Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi
Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan
Belacan Khas Asahan Ditargetkan Tembus Pasar Thailand, Pemkab Siapkan Dukungan untuk UMKM
Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana
Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 23:37 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo

Kamis, 3 September 2026 - 23:32 WIB

Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 22:35 WIB

Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba

Kamis, 3 September 2026 - 21:29 WIB

Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi

Kamis, 3 September 2026 - 21:00 WIB

Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Kamis, 3 September 2026 - 20:05 WIB

Wabup Simalungun Minta Pasar Lokal Dilibatkan dalam Rantai Pasok Program MBG

Berita Terbaru