Presiden Prabowo Tegaskan Penguatan Yudikatif dan Penegakan Hukum untuk Selamatkan Kekayaan Negara

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:16 WIB

40145 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan Penyerahan Denda Administratif dan Lahan Kawasan Hutan yang diselenggarakan di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Rabu, 13 Mei 2026.

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan Penyerahan Denda Administratif dan Lahan Kawasan Hutan yang diselenggarakan di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Rabu, 13 Mei 2026.

ATAPKOTA.COM, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah memperkuat lembaga yudikatif dan penegakan hukum sebagai bagian dari upaya melindungi kekayaan negara serta menjamin kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri acara penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan di kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan pengelolaan kekayaan negara secara optimal menjadi faktor penting untuk memperbaiki berbagai sektor pembangunan nasional.

“Kalau kekayaan negara bisa dikendalikan dan dikelola dengan baik, maka akan banyak kebutuhan masyarakat yang bisa dipenuhi,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, upaya penyelamatan aset negara merupakan persoalan mendasar yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Ia menilai potensi kerugian negara akibat penyalahgunaan kekayaan alam harus dihentikan melalui penegakan hukum yang konsisten dan terukur.

“Negara harus hadir untuk memastikan kekayaan bangsa digunakan sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengapresiasi capaian Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dalam proses penyelamatan aset negara dan penguasaan kembali kawasan hutan.

Meski demikian, Prabowo menilai masih banyak potensi kekayaan negara yang perlu diamankan melalui pengawasan dan penegakan hukum lintas sektor.

“Masih banyak yang harus diselamatkan dan negara harus mampu menjalankan tugas tersebut,” tegas Presiden.

Ia memastikan pemerintah akan terus mengambil langkah tegas dalam menjaga aset negara dan memperkuat fondasi hukum nasional.

Selain menyoroti penegakan hukum, Presiden Prabowo juga memberi perhatian terhadap penguatan sektor yudikatif, khususnya terkait integritas dan kesejahteraan hakim.

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan hakim menjadi bagian penting dalam menjaga independensi lembaga peradilan dan mencegah praktik suap dalam proses penegakan hukum.

“Hakim harus dihormati, dipilih dengan baik, dan diberikan kesejahteraan yang layak agar mampu menjaga independensi dalam memutus perkara,” ujarnya.

Presiden juga mengingatkan seluruh aparat peradilan agar menjaga integritas dan memastikan setiap putusan mencerminkan rasa keadilan masyarakat.

Ia menegaskan masyarakat saat ini semakin kritis dalam menilai proses dan hasil penegakan hukum di Indonesia.

“Setiap putusan pengadilan akan dinilai oleh masyarakat. Karena itu lembaga peradilan harus menjadi tempat masyarakat mendapatkan keadilan,” kata Prabowo.

Pemerintah menilai penguatan sektor yudikatif dan penegakan hukum menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola negara yang lebih transparan, berintegritas, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. (Edo/red)

Berita Terkait

PT Socfindo Salurkan 140 Paket Sembako untuk Warga Desa Lae Butar Aceh Singkil melalui Program Jumat Berkah
Ketua Tim Komisi VII DPR RI dan Gubernur Sumut Kunjungi Paviliun Asahan di PRSU 2026, Sepatu Bunut Jadi Sorotan
PT Socfindo Kebun Lae Butar Salurkan Bantuan Alat Panen dan APD kepada Kelompok Tani di Aceh Singkil
Wabup Asahan Hadiri Pembukaan Jambore Daerah XI Pramuka Sumut 2026, Diikuti 5.575 Peserta
Dishub Aceh Singkil Raih Juara II Terbaik Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Aceh 2026
Bobby Nasution Dorong PRSU Masuk Kalender Event Nasional, Komisi VII DPR RI Siap Dukung
SETARA Institute Kunjungi Pematangsiantar, Wesly Silalahi Paparkan Komitmen Perkuat Kota Toleran
Patar Oloan Silitonga Ajukan Perlawanan Eksekusi, Minta PN Pematangsiantar Tunda Pengosongan Lahan

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:30 WIB

PT Socfindo Salurkan 140 Paket Sembako untuk Warga Desa Lae Butar Aceh Singkil melalui Program Jumat Berkah

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:50 WIB

Ketua Tim Komisi VII DPR RI dan Gubernur Sumut Kunjungi Paviliun Asahan di PRSU 2026, Sepatu Bunut Jadi Sorotan

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:10 WIB

PT Socfindo Kebun Lae Butar Salurkan Bantuan Alat Panen dan APD kepada Kelompok Tani di Aceh Singkil

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:50 WIB

Wabup Asahan Hadiri Pembukaan Jambore Daerah XI Pramuka Sumut 2026, Diikuti 5.575 Peserta

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:50 WIB

Dishub Aceh Singkil Raih Juara II Terbaik Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Aceh 2026

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:20 WIB

SETARA Institute Kunjungi Pematangsiantar, Wesly Silalahi Paparkan Komitmen Perkuat Kota Toleran

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:59 WIB

Patar Oloan Silitonga Ajukan Perlawanan Eksekusi, Minta PN Pematangsiantar Tunda Pengosongan Lahan

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:55 WIB

DPRD Sumut Kunker ke Samosir, Wabup Dorong Percepatan Infrastruktur, Pariwisata, Pertanian, dan Kesehatan

Berita Terbaru