ATAPKOTA.COM, JAKARTA — Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menyelesaikan persoalan layanan publik secara cepat, responsif, dan tepat sasaran melalui program “KSP Mendekat”.
Hal itu disampaikan Dudung saat menghadiri penandatanganan komitmen bersama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun Ajaran 2026–2027 di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Dalam sambutannya, Dudung menjelaskan bahwa Kantor Staf Presiden (KSP) kini melakukan transformasi pendekatan pelayanan publik dengan lebih proaktif menjangkau masyarakat. Salah satunya melalui peluncuran layanan pengaduan berbasis WhatsApp bernama “KSP Mendekat”.
“Sekarang di KSP ada KSP Mendekat, jadi bukan KSP Mendengar lagi. KSP Mendekat dengan nomor WhatsApp 0811-1933-3888,” ujar Dudung.
Menurutnya, layanan tersebut dibentuk untuk merespons berbagai persoalan masyarakat yang selama ini banyak bermuara ke KSP, terutama terkait koordinasi lintas sektor pemerintahan.
Dudung mengungkapkan, sejak menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, dirinya menemukan banyak persoalan yang melibatkan kementerian, pemerintah daerah, hingga hubungan antara pemerintah dan masyarakat yang membutuhkan penyelesaian cepat dan terkoordinasi.
Ia menilai banyak persoalan sebenarnya dapat diselesaikan di tingkat menengah tanpa harus menunggu penanganan langsung dari Presiden.
“Persoalan-persoalan yang sebetulnya tuntas di tingkat menengah ini bisa kita selesaikan,” tegasnya.
Melalui program “KSP Mendekat”, masyarakat kini memiliki akses lebih mudah untuk menyampaikan keluhan, aspirasi, maupun laporan terkait pelayanan publik secara langsung kepada KSP.
Dudung menilai inovasi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mewujudkan pelaksanaan SPMB Ramah 2026–2027 yang transparan, adil, dan bebas dari penyimpangan.
Menurutnya, sektor pendidikan, khususnya proses penerimaan murid baru, merupakan bagian penting dalam agenda penguatan layanan publik dan pembangunan sumber daya manusia nasional.
Karena itu, KSP mendorong seluruh kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan keterbukaan informasi publik, dan memastikan seluruh proses penerimaan murid berjalan secara bersih dan akuntabel.
“Kita ingin memastikan bahwa tidak ada anak yang kehilangan hak pendidikannya karena ketidakadilan sistem. Kita juga ingin memastikan bahwa sekolah menjadi ruang harapan, bukan ruang kecemasan bagi masyarakat,” tutur Dudung.
Ia berharap kehadiran “KSP Mendekat” dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sekaligus menghadirkan solusi cepat bagi berbagai persoalan publik.
“Melalui sinergi nasional yang kuat dan inovasi KSP Mendekat, kita ingin membangun sistem pelayanan publik dan pendidikan yang berintegritas serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (red)

































