ATAPKOTA.COM, MEDAN – Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Juli hingga 2 Agustus 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan hubungan ekonomi antara Sumatera Utara dan Malaysia, khususnya Pulau Penang. Ajang tahunan tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong kerja sama perdagangan, investasi, pariwisata, hingga industri kreatif lintas negara.
Harapan itu disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, saat menerima kunjungan Delegasi Pulau Penang, Malaysia, di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (4/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Sulaiman menegaskan bahwa hubungan antara Indonesia dan Malaysia selama ini telah terjalin erat, baik dari sisi sejarah, budaya, maupun interaksi masyarakat. Karena itu, kehadiran Delegasi Pulau Penang pada PRSU ke-50 dinilai menjadi langkah positif untuk memperkuat hubungan yang telah terbangun selama ini.
Menurutnya, pertemuan tersebut tidak hanya mempererat silaturahmi antardaerah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan antarkedua negara melalui kerja sama yang saling menguntungkan.
Sulaiman juga menyampaikan apresiasinya atas partisipasi Pulau Penang dalam PRSU 2026, terutama setelah dua tahun penyelenggaraan pameran tersebut sempat tidak berlangsung. Ia menilai kehadiran delegasi dari Malaysia akan memberikan nilai tambah bagi penyelenggaraan PRSU yang ditargetkan menarik sekitar 300.000 pengunjung.
“PRSU menjadi ruang yang sangat baik untuk memperkenalkan produk unggulan, membangun jejaring usaha, serta membuka peluang kerja sama baru antara pelaku usaha dari Sumatera Utara dan Malaysia,” ujar Sulaiman.
Ia menambahkan, hubungan bisnis yang telah terjalin selama ini diharapkan semakin berkembang melalui pertemuan langsung antara pelaku usaha, investor, dan masyarakat yang hadir selama penyelenggaraan PRSU.
Sementara itu, Exco Perdagangan dan Perpaduan Masyarakat Pulau Penang, Goh Choon Aik, menyatakan pihaknya akan menghadirkan paviliun khusus dalam PRSU 2026 sebagai wadah promosi berbagai potensi daerah.
Melalui paviliun tersebut, Pulau Penang akan memperkenalkan beragam sektor unggulan, mulai dari seni dan budaya, pendidikan, kuliner, hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Goh mengaku optimistis keikutsertaan Pulau Penang dalam PRSU dapat semakin memperkuat hubungan masyarakat kedua wilayah yang selama ini telah terjalin cukup erat.
Ia juga menyoroti kedekatan geografis antara Medan dan Penang yang hanya dipisahkan sekitar 45 menit perjalanan udara. Faktor tersebut dinilai menjadi salah satu pendukung utama peningkatan mobilitas wisatawan dan aktivitas ekonomi antara kedua wilayah.
Menurut Goh, setiap tahun sekitar 60.000 wisatawan asal Malaysia berkunjung ke Sumatera Utara. Danau Toba menjadi salah satu destinasi wisata yang paling diminati wisatawan dari negeri jiran tersebut.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa Medan dan Penang telah menjalin hubungan sister city sejak 1984. Hubungan tersebut menjadi fondasi penting dalam pengembangan kerja sama di berbagai sektor, termasuk perdagangan, pariwisata, pendidikan, dan kebudayaan.
“Kami berharap keikutsertaan Pulau Penang dalam PRSU dapat memperkenalkan lebih banyak potensi yang dimiliki sekaligus membuka peluang kolaborasi baru dengan berbagai pihak di Sumatera Utara,” katanya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Konsul Jenderal Malaysia di Medan, Syahril Nizam Abdul Malek, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara, Yuda Pratiwi Setiawan, delegasi Pulau Penang, serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) dan badan usaha milik daerah (BUMD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. (AP/red)
































