ATAPKOTA.COM, MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka peluang kerja sama dengan Perkumpulan Pengusaha Air Sejahtera (PERANTARA) dalam upaya memperluas akses air bersih bagi masyarakat. Peluang tersebut mengemuka saat Rico menerima audiensi pengurus PERANTARA pada Senin (15/6/2026) di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Jenderal Sudirman.
Dalam pertemuan tersebut, PERANTARA memaparkan konsep penyediaan air minum dan air bersih yang diklaim dapat mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui penerapan teknologi penyaringan air dan program edukasi pola hidup sehat.
Menanggapi paparan tersebut, Rico Waas menyatakan Pemerintah Kota Medan menyambut baik setiap inovasi yang berorientasi pada pelayanan publik. Namun, menurutnya, usulan tersebut tetap harus melalui proses kajian teknis sebelum dapat diterapkan.
“Silakan dipresentasikan kepada Bappeda dan perangkat daerah terkait agar dapat dikaji lebih lanjut, termasuk melihat kemungkinan untuk dilakukan uji coba,” ujar Rico Waas.
Audiensi itu turut dihadiri Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Khairul Azmi, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) John Ester Lase, Kepala Dinas Kesehatan Henny Savitri, Kepala Bagian Kerja Sama Seri Inderahayu, serta Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Dody Prasetyo.
Rico menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dengan organisasi profesi maupun pelaku usaha dapat menjadi salah satu alternatif dalam menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, penyediaan air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar yang berkaitan erat dengan kualitas kesehatan masyarakat sehingga memerlukan dukungan dari berbagai pihak.
“Penyediaan air minum dan air bersih menjadi kebutuhan penting dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Karena itu, diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak,” katanya.
Sementara itu, Ketua PERANTARA Kota Medan, Jalil Taufik, menjelaskan organisasinya merupakan wadah bagi pelaku usaha di bidang penyediaan air minum dan pengelolaan air yang juga menjalankan berbagai program sosial.
Dalam audiensi tersebut, PERANTARA menawarkan program kerja sama yang mencakup edukasi pola hidup sehat, penyediaan air bersih melalui teknologi filtrasi, serta pendampingan kesehatan bagi masyarakat.
“Kami ingin berkontribusi melalui penyediaan air bersih yang layak sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui program edukasi dan pendampingan,” ujar Jalil.
Usulan tersebut selanjutnya akan dipelajari oleh organisasi perangkat daerah terkait untuk menilai aspek teknis, manfaat, dan peluang implementasinya di Kota Medan sesuai ketentuan yang berlaku. (MB/red)




































