Wagub Sumut dan Menkop RI Lepas Pawai Festival Bunga dan Buah Karo 2026 di Berastagi

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:20 WIB

40113 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya, bersama Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Bupati Karo Antonius Ginting, jajaran Konsul Jenderal negara sahabat, membuka secara resmi Festival Bunga dan Buah Karo tahun 2026, di Taman Mejuah Juah Kota Berastagi, Kabupaten Karo, Kamis (30/7/2026)

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya, bersama Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Bupati Karo Antonius Ginting, jajaran Konsul Jenderal negara sahabat, membuka secara resmi Festival Bunga dan Buah Karo tahun 2026, di Taman Mejuah Juah Kota Berastagi, Kabupaten Karo, Kamis (30/7/2026)

ATAPKOTA.COM, KARO – Pawai Festival Bunga dan Buah Karo 2026 berlangsung meriah di Berastagi, Kabupaten Karo, pada Kamis (30/7/2026). Ribuan masyarakat memadati sepanjang rute pawai untuk menyaksikan iring-iringan mobil hias yang dihiasi bunga segar dan buah-buahan khas Karo, sekaligus menjadi simbol perpaduan potensi pariwisata, pertanian, dan budaya daerah.

Pawai secara resmi dilepas Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, didampingi Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Bupati Karo Antonius Ginting, dari kawasan Taman Mejuah-juah, Berastagi.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Warga dan wisatawan memenuhi kawasan tribun utama hingga sepanjang jalur pawai untuk menyaksikan salah satu agenda unggulan pariwisata Kabupaten Karo yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN).

Dalam sambutannya, Surya mengatakan Festival Bunga dan Buah Karo menjadi bagian penting dalam memperkuat citra Sumatera Utara sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan alam.

“Festival ini merupakan wujud keindahan dan keunikan Kabupaten Karo yang bukan hanya bersifat sementara, tetapi menjadi warisan budaya yang terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Surya.

Pawai diawali dengan penampilan marching band yang membuka rangkaian acara, kemudian dilanjutkan iring-iringan mobil hias yang menampilkan beragam kreasi berbahan bunga segar serta buah-buahan hasil pertanian unggulan Kabupaten Karo.

Berbagai instansi pemerintah, organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, desa, badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), perusahaan swasta, hingga komunitas masyarakat turut ambil bagian dengan menghadirkan kendaraan hias bertema kekayaan hortikultura dan budaya Karo.

Selain mobil hias, peserta juga menampilkan busana kreatif yang memanfaatkan hasil pertanian lokal sebagai ornamen. Kehadiran kuda-kuda yang menjadi salah satu ikon wisata Berastagi turut menambah semarak pawai.

Festival tahun ini juga menampilkan Erpangir Ku Lau, tradisi masyarakat Karo yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal.

Dalam tradisi masyarakat Karo, Erpangir Ku Lau merupakan ritual pembersihan diri menggunakan pangir, yaitu ramuan tradisional yang diracik dari dedaunan aromatik, bunga, dan jeruk purut, kemudian digunakan bersama air dari sumber mata air atau sungai.

Berdasarkan penjelasan penyelenggara, tradisi tersebut dimaknai sebagai simbol penyucian diri, ungkapan rasa syukur atas hasil panen, serta harapan memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Penyelenggara menghadirkan tradisi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkenalkan budaya Karo kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah pengembangan sektor pariwisata.

Melalui Festival Bunga dan Buah Karo 2026, Pemerintah Kabupaten Karo bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap promosi sektor pertanian, pariwisata, ekonomi kreatif, dan budaya lokal dapat terus berkembang serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.(AP/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru