ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN — Pemerintah Kabupaten Simalungun menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Halaman Kantor Camat Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, pada Selasa (15/9/2026). Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih bersama jajaran Forkopimda, anggota DPRD, pimpinan perangkat daerah, para camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga.
Peringatan Maulid Nabi diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Irfan Ariandi. Pesan yang disampaikan mengacu pada Surah Al-Ahzab ayat 21 tentang keteladanan Rasulullah SAW bagi umat manusia.
Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan rangkaian keagamaan. Pemerintah Kabupaten Simalungun juga menghadirkan sejumlah pelayanan bagi masyarakat yang berlangsung di lokasi kegiatan.
Pelayanan tersebut antara lain administrasi kependudukan gratis, pemeriksaan dan pelayanan kesehatan gratis, sunat massal, gerakan pasar murah untuk memenuhi kebutuhan pokok, serta penyerahan bantuan dan tali asih kepada kaum duafa, fakir miskin, dan anak yatim.
Dalam sambutannya, Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menerapkan nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan ini hendaknya menjadi momentum untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Anton.
Ia menyebut sejumlah nilai yang dapat diteladani dari Rasulullah SAW, antara lain kejujuran, kepedulian sosial, keadilan, semangat, serta keteladanan dalam menjalankan amanah.
Nilai tersebut, kata dia, juga penting diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat serta dalam pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Anton mengajak masyarakat memperkuat kebersamaan, kerukunan, persaudaraan, dan silaturahmi antara warga dengan pemerintah daerah.
“Semangat kebersamaan harus menjadi kekuatan dalam membangun Simalungun yang maju, sejahtera, dan bermartabat dengan menjunjung semboyan ‘Habonaron Do Bona’ sebagai landasan pengabdian,” katanya.
Peringatan Maulid Nabi tersebut kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan Al-Ustadz H. Hasbi Al Mawardi Lubis, M.A.
Dalam tausiyahnya, ia mengajak umat untuk memahami dan mengamalkan sifat-sifat keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan keagamaan tersebut menjadi bagian utama dari rangkaian kegiatan yang menggabungkan pembinaan spiritual dengan kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat.
Mewakili masyarakat Kecamatan Tapian Dolok, tokoh masyarakat Sukoso Winarno menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Kecamatan Tapian Dolok sebagai lokasi penyelenggaraan peringatan Maulid Nabi.
Menurut Sukoso, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mempererat hubungan dan kebersamaan.
“Kami bersyukur dan merasa bangga karena Tapian Dolok dipercaya menjadi tuan rumah. Ini menjadi kehormatan sekaligus momentum untuk mempererat kebersamaan,” ujar Sukoso.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan di wilayah tersebut, termasuk perbaikan jalan di Nagori Dolok Kahean yang menurutnya telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sukoso berharap Bupati Simalungun beserta jajaran diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah pemerintahan.
Mewakili DPRD Kabupaten Simalungun, Karnali Saragih menyampaikan harapan agar peringatan Maulid Nabi dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk menerapkan nilai kejujuran, kepedulian, keadilan, dan kebersamaan.
Nilai tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan dalam setiap bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Tapian Dolok akhirnya tidak hanya menjadi agenda keagamaan. Kehadiran layanan administrasi, kesehatan, pasar murah, sunat massal, serta bantuan sosial mempertemukan kegiatan spiritual dengan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Bagi Pemkab Simalungun, momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui kegiatan keagamaan, sosial, serta pelayanan publik.(AP/red)
































