ATAPKOTA.COM, SUMUT – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 kepada DPRD Sumut, Rabu (5/11/2025). Ia sekaligus memaparkan lima prioritas pembangunan daerah pada tahun depan.
Kelima prioritas itu mencakup pendidikan, kesehatan, pertanian dan ketahanan pangan, infrastruktur, serta pengembangan berbasis kawasan strategis. Pemprov Sumut mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp 1,285 triliun lebih, kesehatan Rp 499 miliar lebih, pertanian dan ketahanan pangan Rp 151 miliar lebih, serta infrastruktur Rp 1,5 triliun lebih.
Bobby menjelaskan, “Kebijakan APBD 2026 diarahkan pada tiga prinsip ilmiah fiskal: efisiensi anggaran, efektivitas kebijakan berorientasi hasil dengan fokus pada outcome dan impact, serta kemandirian fiskal untuk mendorong peningkatan PAD. Prinsip ini menjadi dasar penetapan arah prioritas pembangunan 2026.”
Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan target pendapatan Pemprov Sumut 2026 sebesar Rp 11,67 triliun, menurun sekitar Rp 875,81 miliar (6,98%) dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan terutama akibat penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp1,07 triliun (18,69%). Namun, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik menjadi Rp 6,96 triliun, meningkat Rp 547,76 miliar dari tahun sebelumnya.
Melihat dinamika fiskal tersebut, Bobby berharap sinergi antara Pemprov Sumut dan DPRD Sumut semakin baik. Ia menekankan bahwa pembangunan Sumut membutuhkan kolaborasi eksekutif dan legislatif.
“DPRD bukan hanya mitra politik, tetapi juga mitra akuntabilitas publik. Kesamaan cara pandang dan konsistensi kerja sama menjadi kunci Sumut unggul, maju, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Rapat paripurna ini dihadiri Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, para wakil ketua DPRD, Wakil Gubernur Sumut Surya, Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, unsur Forkopimda, perwakilan fraksi DPRD Sumut, serta seluruh OPD Pemprov Sumut. (AK1)




































