ATAPKOTA.COM, TAPUT – Kondisi di Desa Parsikaman KM 38, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, pada Rabu (3/11/2025) masih kritis. Material longsor yang menutup seluruh badan jalan membuat akses menuju lokasi terputus total, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Wilayah ini menjadi salah satu titik terparah yang terdampak longsor di Tapanuli Utara.
Personel Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda Sumut berada di lokasi untuk melakukan pemantauan langsung. Setibanya di titik longsor, tim mendapati jalur benar-benar tidak dapat dilewati akibat tumpukan tanah, batu besar, dan pepohonan yang menutup sepenuhnya badan jalan. Karena situasi semakin dinamis, tim segera melakukan pemetaan prioritas.
Untuk memperoleh gambaran lebih akurat, Tim Bid TIK Polda Sumut menerbangkan drone pemantau. Dari udara, tim dapat melihat kondisi longsor secara menyeluruh, termasuk panjang area terdampak, potensi longsor susulan, serta titik yang memungkinkan dipertimbangkan sebagai jalur alternatif bagi tim evakuasi dan distribusi bantuan. Melalui pemantauan tersebut, analisis situasi dapat dilakukan lebih cepat sehingga langkah penanganan bisa segera diputuskan.
Pemantauan udara menjadi langkah penting karena kontur tanah di kawasan tersebut cukup labil akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Data visual dari drone akan digunakan sebagai dasar percepatan pembukaan akses, penempatan personel, dan pengiriman logistik bagi warga yang kemungkinan masih terisolasi.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa Polda Sumut terus memaksimalkan seluruh sumber daya untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan terkoordinasi.
“Polda Sumut bergerak all out. Tim di lapangan, termasuk Bid TIK, bekerja tanpa henti untuk memetakan situasi dan mendukung evakuasi. Drone membantu kami melihat kondisi aktual sehingga keputusan dapat kami ambil lebih tepat dan cepat. Fokus kami tetap pada keselamatan masyarakat dan percepatan pembukaan akses,” ujar Kombes Pol Ferry.
Hingga kini, pemantauan udara masih berlangsung dan koordinasi lintas satuan terus dilakukan untuk mempercepat penanganan longsor di Parsikaman KM 38. Selain itu, Polda Sumut juga menyiapkan dukungan tambahan untuk memperkuat tim di lapangan. (AK1)

































