ATAPKOTA.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 3 Desember 2025. Pertemuan tersebut membahas kondisi perekonomian nasional serta langkah penguatan sektor produktif di tengah dinamika global yang terus berubah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa Presiden Prabowo meminta laporan menyeluruh mengenai perkembangan situasi ekonomi global dan nasional. Selain itu, pemerintah ingin memastikan seluruh sektor produktif tetap bertumbuh secara berkelanjutan agar struktur ekonomi nasional semakin kuat.
Menurut Teddy, Ketua DEN melaporkan sejumlah capaian dan perkembangan strategis. Ia menjelaskan kemajuan program hortikultura sebagai salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk memperluas kontribusi terhadap ketahanan pangan. Selain itu, ia juga memaparkan berbagai temuan di bidang sains dan teknologi yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber pertumbuhan baru.
Melalui laporan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penguatan sektor produktif di berbagai wilayah. Dengan demikian, pemerintah dapat mempercepat transformasi ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing nasional. Karena itu, Presiden meminta agar koordinasi lintas kementerian dan lembaga diperkuat, terutama pada sektor yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
Teddy menambahkan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan ekonomi global yang berpengaruh pada kondisi domestik. Namun, dengan penguatan koordinasi, pemerintah meyakini stabilitas ekonomi dapat terjaga.
Pertemuan ini, menurutnya, juga mempertegas komitmen pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, pemerintah terus mendorong inovasi, efisiensi, dan kolaborasi lintas sektor guna memastikan sektor produktif bertahan dan berkembang di tengah tantangan global.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap arah kebijakan ekonomi nasional semakin terarah dan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia. (AK1)


































