ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Ahmad Saragih, bersama unsur TNI, Polri, dan para penyuluh pertanian, mengikuti kegiatan Panen Raya padi varietas unggul Inpari 32 yang dipimpin Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui aplikasi Zoom dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Panei, Rabu, 7 Januari 2026.
Kegiatan Panen Raya tersebut dirangkaikan dengan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional yang dipusatkan di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan dan pembangunan pertanian nasional akan bertumpu pada modernisasi, mekanisasi, serta pemanfaatan teknologi pertanian.
“Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya. Saya diundang dalam panen raya dan pengumuman resmi bahwa Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan,” ujar Presiden.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Jenri Saragih, melaporkan bahwa kegiatan Zoom tersebut dilaksanakan secara serentak di 32 kecamatan se-Kabupaten Simalungun. Ia menyebutkan, jumlah penyuluh pertanian di Kabupaten Simalungun saat ini mencapai 167 orang.
Berdasarkan data tahun 2025, luas panen padi di Kabupaten Simalungun pada periode Januari hingga Desember tercatat sebesar 47.915,7 hektare dengan total produksi 278.683 ton Gabah Kering Giling (GKG). Jika dikonversi menjadi beras, jumlah tersebut setara dengan 178.413 ton.
Sementara itu, konsumsi beras penduduk Kabupaten Simalungun tercatat sebesar 116,2 kilogram per kapita per tahun dengan jumlah penduduk 1.067.499 jiwa. Dengan demikian, total konsumsi beras sepanjang tahun 2025 mencapai 124.043 ton.
Kondisi tersebut menjadikan Kabupaten Simalungun mengalami surplus beras sebesar 54.369 ton pada tahun 2025.
Menurut Jenri Saragih, upaya peningkatan produksi beras ke depan perlu difokuskan pada peningkatan luas tambah tanam, indeks pertanaman, serta perluasan areal tanam di lahan kering, mengingat ketersediaan lahan sawah yang terus berkurang.
Ia juga menambahkan bahwa penghitungan surplus beras akan lebih objektif jika dikaitkan dengan laju pertumbuhan penduduk setiap tahun, sehingga memudahkan evaluasi tingkat ketahanan pangan daerah.
Sementara itu, Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Ahmad Saragih, menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani, penyuluh pertanian, serta unsur TNI dan Polri yang telah bersinergi dalam meningkatkan produksi pertanian.
“Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Simalungun memiliki komitmen kuat dalam mendukung gerakan swasembada pangan sesuai dengan program Bapak Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.
Sebagai salah satu lumbung pertanian di Sumatera Utara, Kabupaten Simalungun juga memiliki sejarah penting di sektor pertanian. Pada tahun 2005, daerah ini pernah menjadi tuan rumah Panen Raya yang dipimpin Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, di Kecamatan Panombeian Panei.
Bupati berharap para penyuluh pertanian semakin meningkatkan semangat dan kinerja dalam mendampingi petani.
“Saya berharap para penyuluh pertanian ke depan semakin bersemangat, khususnya dalam meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Simalungun,” tegasnya. (AP)
































