ATAPKOTA.COM, SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten Samosir memperketat pengawasan arus libur Lebaran dengan menyiagakan sejumlah pos pelayanan dan pengamanan di titik strategis. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan dan perantau yang diperkirakan meningkat, yang dipantau langsung di wilayah Samosir, Selasa (17 Maret 2026).
Vandiko T. Gultom selaku Bupati Samosir bersama Ariston Tua Sidauruk turun langsung meninjau kesiapan pos pengamanan. Monitoring dilakukan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Idulfitri.
Pemerintah daerah menyiapkan sedikitnya 10 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan wisata dan jalur transportasi. Peninjauan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Tim pertama dipimpin Bupati bersama unsur pimpinan daerah dan aparat penegak hukum. Mereka menyasar sejumlah lokasi, mulai dari Simpang Empat Pangururan, kawasan wisata Parbaba, hingga pelabuhan penyeberangan seperti Simanindo, Ambarita, dan Tomok.
Sementara itu, tim kedua yang dipimpin Wakil Bupati bergerak ke pos pengamanan lainnya guna memastikan kesiapan personel di lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan bingkisan kepada petugas sebagai bentuk dukungan moral. Mereka juga mengingatkan pentingnya koordinasi antarinstansi dalam menjaga stabilitas keamanan selama masa libur.
“Petugas harus tetap melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan menjaga sikap humanis dalam setiap kondisi,” ujar Vandiko.
Ia menekankan bahwa kualitas pelayanan menjadi faktor penting dalam menjaga citra daerah, khususnya sebagai destinasi wisata. Selain itu, petugas diminta menjaga kondisi fisik selama bertugas.
“Jaga kesehatan dan stamina. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera laporkan agar mendapat penanganan,” katanya.
Tidak hanya fokus pada pengamanan, pemerintah daerah juga menyoroti aktivitas ekonomi selama libur Lebaran. Bupati mengingatkan pelaku usaha agar tidak menaikkan harga secara tidak wajar yang dapat merugikan wisatawan.
Di sektor pariwisata, perhatian khusus diberikan pada aspek keselamatan, terutama pada wahana air seperti speedboat dan banana boat. Pengelola diminta memperketat pengawasan untuk mencegah potensi kecelakaan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai kelalaian berdampak pada citra pariwisata,” tegasnya.
Selain itu, operator transportasi air diimbau mematuhi standar operasional prosedur, tidak membawa penumpang melebihi kapasitas, serta memperhatikan kondisi cuaca.
Kapolres Samosir, Rina Sri Nirwana Tarigan, menegaskan pentingnya dedikasi dalam pelaksanaan tugas pengamanan.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab karena ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Di lokasi berbeda, Wakil Bupati menekankan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi lonjakan pengunjung. Ia meminta petugas bersikap responsif terhadap berbagai situasi di lapangan.
Ketua DPRD Samosir, Nasip Simbolon, juga menyoroti pentingnya sinergi antarpetugas. Ia menilai pelayanan yang ramah, termasuk sikap menyapa wisatawan, dapat meningkatkan citra daerah di mata pengunjung.
Pemerintah daerah berharap langkah pengamanan terpadu ini mampu menciptakan suasana libur Lebaran yang aman, tertib, dan nyaman, sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Samosir. (AP/red)



































