Pemprov Sumut Dorong 3.211 BUMDes Naik Kelas, Siapkan Pelatihan dan Klinik Usaha

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 8 April 2026 - 15:10 WIB

40120 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Temu Pers bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Temu Pers bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

ATAPKOTA.COM, SUMUT – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk meningkatkan perekonomian desa melalui pelatihan dan pendampingan usaha. Program ini disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Rabu, 8 April 2026.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kependudukan dan Catatan Sipil Sumatera Utara, Parlindungan Pane, menyebut jumlah BUMDes di wilayah tersebut mencapai 3.211 unit. Namun, sebagian besar masih berada pada tahap awal pengembangan.

Dari total tersebut, sebanyak 1.890 unit berstatus perintis, 1.112 unit pemula, 187 unit berkembang, dan hanya 22 unit yang masuk kategori maju.

Menurut Parlindungan, pemerintah daerah berupaya mendorong desa agar lebih mandiri secara ekonomi melalui pengelolaan BUMDes yang profesional. Ia menilai desa memiliki peran penting dalam menopang perekonomian daerah.

Untuk memperkuat kapasitas pengelola, pemerintah menyiapkan pelatihan bagi sekitar 400 pengurus BUMDes pada 2026. Materi pelatihan mencakup manajemen usaha, pengelolaan keuangan, serta strategi pemasaran.

Selain itu, pemerintah juga merancang pembentukan Klinik BUMDes Naik Kelas yang akan memberikan pendampingan secara daring dan luring dengan melibatkan tenaga ahli.

Pemerintah provinsi turut menggandeng aparat penegak hukum untuk memperkuat tata kelola desa. Program kerja sama dengan Kejaksaan Republik Indonesia dilakukan melalui inisiatif “Jaksa Masuk Desa” guna meningkatkan pemahaman hukum dan administrasi bagi aparatur desa.

Parlindungan menegaskan bahwa pengelolaan dana desa diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi sekaligus memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Ia menambahkan, penguatan BUMDes membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. (AP/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru