ATAPKOTA.COM, TAPTENG – Polres Tapanuli Tengah melalui Yayasan Kemala Bhayangkari mulai mengoperasikan tiga unit Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Kecamatan Pandan, Sarudik, dan Badiri sebagai upaya mendukung percepatan penurunan angka stunting di daerah tersebut.
Program pelayanan gizi itu difokuskan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi balita, ibu hamil, hingga pelajar di sejumlah sekolah yang berada di wilayah hukum Polres Tapanuli Tengah.
Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Muhammad Alan Haikel, S.K.M., S.I.K., M.I.K., mengatakan seluruh proses pengolahan hingga distribusi makanan dilakukan dengan pengawasan ketat guna memastikan kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga.
“Keamanan pangan menjadi prioritas utama. Seluruh proses harus mengikuti standar operasional prosedur agar makanan memenuhi standar gizi dan dikemas secara higienis sebelum didistribusikan,” ujar Alan Haikel.
Ia menjelaskan, setiap unit SPPG melibatkan tenaga ahli gizi profesional yang bertugas menyusun menu berdasarkan kebutuhan kalori sesuai kelompok usia penerima manfaat.
Program tersebut menyasar balita, siswa taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga tenaga pendidik.
Selain penyusunan menu, tim ahli gizi juga melakukan pengawasan dan pemeriksaan berkala terhadap kualitas bahan baku, kebersihan dapur, serta proses distribusi makanan.
Pada Unit 1 di Kecamatan Pandan, program melayani sebanyak 642 penerima manfaat. Penerima program meliputi siswa MIN 4 Tapanuli Tengah, TK Don Bosco, serta ibu hamil dan balita di wilayah Pasar Baru, Sibuluan Baru, dan Kalangan.
Sementara Unit 2 di Kecamatan Sarudik mendistribusikan sebanyak 1.121 porsi makanan kepada sejumlah sekolah, di antaranya SD Negeri 154499, MIN 7, dan SMP 2 Sipan.
Adapun Unit 3 di Kecamatan Badiri menjadi titik distribusi terbesar dengan total 1.480 penerima manfaat yang terdiri dari pelajar SMP Negeri 1, SMP Negeri 3 Badiri, serta sejumlah sekolah dasar di kawasan Aek Horsik dan Pagaran Honas.
Melalui operasional tiga unit pelayanan gizi tersebut, Polres Tapanuli Tengah menyatakan komitmennya mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanganan stunting dan pemenuhan gizi anak di wilayah Tapanuli Tengah. (AP/red)


































