Pemerintah Siapkan Giant Seawall Pantura untuk Lindungi Pesisir dan Dorong Ekonomi

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:58 WIB

40296 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BPPOJ) Didit Herdiawan Ashaf memberikan keterangannya kepada awak media usai diterima Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 12 Mei 2026.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BPPOJ) Didit Herdiawan Ashaf memberikan keterangannya kepada awak media usai diterima Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 12 Mei 2026.

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/5/2026), untuk membahas berbagai isu strategis di bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan.

Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan proyek giant seawall atau tanggul laut raksasa di kawasan Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan proyek tersebut disiapkan sebagai langkah perlindungan kawasan pesisir dari ancaman penurunan muka tanah dan banjir rob.

Menurutnya, wilayah Pantura memiliki peran penting karena menjadi pusat aktivitas ekonomi, industri, dan kawasan strategis nasional.

“Kondisi Pantura saat ini menghadapi tantangan berupa penurunan muka tanah dan banjir rob akibat kenaikan permukaan air laut. Kawasan ini juga menjadi pusat industri dan ekonomi yang sangat penting,” ujar AHY usai pertemuan.

Pemerintah, lanjut AHY, ingin memastikan perlindungan terhadap masyarakat pesisir dapat berjalan beriringan dengan penguatan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyempurnakan master plan pembangunan giant seawall dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Menurut Rosan, proyek tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan tanggul laut, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir.

“Tidak hanya membangun giant seawall, tetapi juga menyiapkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru yang dapat meningkatkan investasi dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, proyek itu diharapkan mampu mendorong lahirnya kawasan ekonomi baru, baik di Jakarta maupun sejumlah wilayah lain di sepanjang Pantai Utara Jawa.

Di sisi lain, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BPPOJ), Didit Herdiawan Ashaf, mengatakan pemerintah saat ini masih melakukan kajian mendalam terhadap 15 segmen kawasan pesisir utara Jawa.

Menurut Didit, setiap wilayah memiliki karakteristik dan tantangan sosial ekonomi yang berbeda sehingga diperlukan perencanaan yang terintegrasi.

“Kami sedang melakukan pendalaman terhadap masing-masing segmen karena setiap wilayah memiliki kondisi sosial ekonomi dan kebutuhan yang berbeda,” katanya.

Pemerintah juga telah mengidentifikasi sejumlah kawasan prioritas untuk tahap awal pembangunan giant seawall, termasuk wilayah Teluk Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Namun, pelaksanaan proyek disebut masih memerlukan kolaborasi lintas sektor agar pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi lingkungan di masing-masing daerah.

Melalui proyek strategis nasional tersebut, pemerintah menargetkan perlindungan kawasan pesisir dapat berjalan seiring dengan peningkatan investasi, penguatan ekonomi daerah, serta penciptaan pusat pertumbuhan baru yang berkelanjutan di kawasan Pantura Jawa. (Edo/red)

Berita Terkait

Polsek Purba Telusuri Aduan Dugaan Perusakan Mobil dan Kehilangan Rp 4 Juta
bowo Antar Langsung El-Sisi ke Pesawat, Tegaskan Eratnya Persahabatan Indonesia–Mesir
Tim Jatanras Polres Asahan Amankan Empat Terduga Pelaku Pencurian, Kerugian Ditaksir 30 Juta
Alokasi Bedah Rumah Sumut Naik Jadi 15.011 Unit, Pemkab dan Pemko Diminta Percepat Realisasi
Antisipasi Banjir di Medan, BPBD Siagakan 53 Personel TRC dan Peralatan Evakuasi
Bobby Nasution Usulkan Jalur Laut dan Subsidi Logistik untuk Perluas Ekspor UMKM Sumut ke Malaysia
Temui Kajari Samosir, Wabup Ariston Dorong Pendampingan Hukum dan Penyuluhan bagi ASN
Aksi di Kantor PTPN IV Regional II, Aliansi Wartawan Tuntut Copot Panuturan Marpaung

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Polsek Purba Telusuri Aduan Dugaan Perusakan Mobil dan Kehilangan Rp 4 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:30 WIB

bowo Antar Langsung El-Sisi ke Pesawat, Tegaskan Eratnya Persahabatan Indonesia–Mesir

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Tim Jatanras Polres Asahan Amankan Empat Terduga Pelaku Pencurian, Kerugian Ditaksir 30 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Alokasi Bedah Rumah Sumut Naik Jadi 15.011 Unit, Pemkab dan Pemko Diminta Percepat Realisasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Antisipasi Banjir di Medan, BPBD Siagakan 53 Personel TRC dan Peralatan Evakuasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Temui Kajari Samosir, Wabup Ariston Dorong Pendampingan Hukum dan Penyuluhan bagi ASN

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Aksi di Kantor PTPN IV Regional II, Aliansi Wartawan Tuntut Copot Panuturan Marpaung

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Wakil Bupati Asahan Buka PORKAB KORPRI 2026, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi

Berita Terbaru