ATAPKOTA.COM, ASAHAN — Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) membuka kegiatan Pelatihan Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Tahun 2026 di Aula Hotel Antariksa Kisaran, Rabu, 13 Mei 2026.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader PKK di tingkat kecamatan agar lebih adaptif, kreatif, dan profesional dalam menjalankan program organisasi.
Pembukaan kegiatan dilakukan mewakili Bupati Asahan melalui Darwinsyah Lubis, S.STP.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Asahan Ny. Yusnila Indriati Taufik, pengurus TP PKK Kabupaten Asahan, Staf Ahli II TP PKK Provinsi Sumatera Utara Drs. Ruhyat sebagai narasumber, serta peserta pelatihan dari TP PKK kecamatan se-Kabupaten Asahan.
Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, mengatakan pelatihan tersebut memiliki peran strategis dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader PKK, khususnya dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK di wilayah masing-masing.
Menurutnya, penguatan kapasitas organisasi harus diikuti dengan pembenahan administrasi dan pengembangan inovasi program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap kecamatan.
“Tertib administrasi menjadi bagian penting dalam mendukung kredibilitas gerakan PKK, sehingga seluruh data dan kegiatan organisasi dapat tersusun dengan baik dan seragam,” ujarnya.
Ia juga mendorong pengurus TP PKK agar tidak hanya menjalankan kegiatan rutin, tetapi mampu menggali potensi lokal serta mengembangkan program inovatif yang berdampak bagi masyarakat.
Selain itu, penguatan koordinasi antara pengurus kecamatan, desa, hingga kelompok dasawisma dinilai penting sebagai basis pendataan dan penguatan program organisasi.
Sementara itu, dalam sambutan Bupati Asahan yang disampaikan Darwinsyah Lubis, peserta pelatihan diminta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara serius dan memanfaatkan forum tersebut untuk berdiskusi serta berbagi pengalaman.
Pemerintah Kabupaten Asahan berharap pelatihan itu dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan, motivasi, dan keterampilan pengurus PKK, khususnya dalam pengelolaan administrasi organisasi mulai dari tingkat desa hingga kecamatan.
Selain penguatan administrasi, peserta juga didorong memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung sistem administrasi PKK yang lebih efektif dan terintegrasi.
“Kemajuan teknologi perlu dimanfaatkan untuk mendukung administrasi yang lebih baik, efektif, dan seragam dalam pengelolaan data organisasi,” kata Darwinsyah dalam sambutannya.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antar-pengurus TP PKK untuk saling bertukar pengalaman dan memperkuat kapasitas organisasi dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat.
Panitia pelaksana berharap materi yang disampaikan narasumber dapat dipahami secara praktis dan diterapkan oleh peserta dalam pelaksanaan program PKK di daerah masing-masing.
Kegiatan pelatihan berakhir sekitar pukul 11.48 WIB dalam suasana tertib dan lancar.
Meski demikian, tantangan utama gerakan PKK ke depan tidak hanya terletak pada pelaksanaan pelatihan seremonial, tetapi bagaimana hasil pelatihan benar-benar diterapkan dalam program nyata yang mampu menjawab persoalan keluarga, pemberdayaan perempuan, hingga kesejahteraan masyarakat di tingkat desa dan kecamatan. (AP/red)


































