ATAPKOTA.COM, MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan Sekolah Rakyat yang dinilainya mampu mengubah karakter dan masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Penilaian itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Open House Sekolah Rakyat bagi orang tua dan calon peserta didik yang berlangsung di Aula BRSODH Bahagia, Jalan Willem Iskandar, pada Senin (15/6/2026).
Dalam kegiatan yang turut dihadiri Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, para orang tua berkesempatan melihat secara langsung perkembangan putra-putri mereka setelah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
Rico Waas mengaku mengikuti perjalanan program tersebut sejak tahap awal. Menurutnya, Pemerintah Kota Medan terus memberikan dukungan mulai dari proses perencanaan, pendampingan hingga pelaksanaan pendidikan yang kini mulai menunjukkan hasil nyata.
Ia mengingat kembali kunjungan pertamanya ke Sekolah Rakyat ketika sebagian besar peserta didik masih tampak kurang percaya diri dan belum menunjukkan sikap disiplin yang baik. Namun, kondisi itu berubah signifikan setelah beberapa bulan proses pembelajaran berlangsung.
“Saat saya kembali berkunjung, perkembangan mereka mulai terlihat. Anak-anak sudah berani memimpin, lebih tertib, dan menunjukkan perubahan perilaku yang positif. Hari ini saya melihat mereka tampil jauh lebih percaya diri dibandingkan saat pertama kali saya datang,” ujar Rico Waas.
Menurutnya, perubahan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan yang tepat mampu membentuk karakter sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi anak-anak.
Rico Waas juga menceritakan pengalamannya ketika mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jalan Amal. Saat itu, ia masih menemukan sejumlah anak yang mengalami luka fisik akibat perkelahian jalanan, yang menjadi bagian dari kehidupan mereka sebelum mengikuti program pendidikan tersebut.
Kini, lanjut Rico, kondisi tersebut berubah. Melalui pembinaan dan pendidikan yang berkesinambungan, para siswa menunjukkan perkembangan yang dinilai sangat signifikan.
“Dalam waktu sekitar 10 bulan, perubahan mereka sangat luar biasa. Saya bangga melihat transformasi yang terjadi,” katanya.
Selain perkembangan karakter siswa, Rico Waas juga menyoroti progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kota Medan. Pemerintah Kota Medan telah menyiapkan lahan seluas sekitar enam hektare di kawasan Tuntungan. Hingga pertengahan Juni 2026, progres pembangunan disebut telah mencapai sekitar 87 persen.
Menurut Rico, pembangunan sekolah tersebut tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga memperhatikan kualitas bangunan, kelengkapan fasilitas, serta konsep pendidikan yang akan diterapkan.
“Saya melihat pembangunan sekolah ini berjalan sangat baik. Bukan hanya cepat selesai, tetapi kualitas bangunan, fasilitas, hingga konsep pembelajarannya juga dipersiapkan secara matang,” ungkapnya.
Rico Waas mengajak masyarakat, khususnya orang tua, agar tidak ragu mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada Sekolah Rakyat. Ia optimistis program tersebut mampu melahirkan generasi yang mandiri, disiplin, dan berkarakter.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Medan juga berkomitmen melengkapi infrastruktur penunjang, termasuk pembangunan akses jalan menuju kawasan sekolah.
Sementara itu, Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat saat ini berlangsung di 93 lokasi di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan pembangunan bertambah menjadi 104 lokasi hingga akhir 2026.
Menurut Saifullah Yusuf, anggaran pembangunan Sekolah Rakyat bersumber dari APBN atas arahan Presiden, sedangkan pelaksana pembangunan dipercayakan kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Gedung-gedung tersebut ditargetkan mulai digunakan pada Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran 2026/2027.
“Saya bersyukur selama 11 bulan pelaksanaan Sekolah Rakyat rintisan berjalan dengan baik dan mendapat dukungan langsung dari Pak Wali Kota,” ujar Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul.
Untuk tahun ajaran 2026, kuota Sekolah Rakyat di Kota Medan mencapai 270 peserta didik yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA.
Agar program tepat sasaran, pemerintah menerapkan proses seleksi secara berlapis melalui pendamping sosial, Dinas Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), serta pemerintah daerah sehingga peserta didik yang diterima benar-benar berasal dari keluarga yang memenuhi kriteria penerima manfaat.(MB/red)




































