Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Daerah di 37 Provinsi, Dorong Konektivitas hingga Pelosok

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:00 WIB

40188 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto meresmikan ruas jalan sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di seluruh Indonesia dan menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan ruas jalan sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di seluruh Indonesia dan menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026.

ATAPKOTA.COM, SAMPANG – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan pembangunan dan peningkatan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi sebagai bagian dari pelaksanaan Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun 2025. Peresmian dipusatkan di Ruas Kedungdung–Bringkoning, Desa Lar Lar, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

Sebelum meresmikan proyek tersebut, Presiden menerima paparan dari Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengenai perkembangan pelaksanaan program Inpres Jalan Daerah yang telah dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam laporannya, Menteri Dody menjelaskan bahwa program tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan, Energi, dan Air.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok nasional dengan menghubungkan kawasan produksi, sentra pertanian, dan wilayah distribusi secara lebih efektif.

“Program Inpres Jalan Daerah dirancang untuk memperkuat konektivitas antara kawasan produksi dan pusat konsumsi sehingga distribusi pangan dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Dody Hanggodo.

Ia menyebutkan, sepanjang tahun 2025 pemerintah berhasil membangun dan meningkatkan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer di 37 provinsi dengan dukungan anggaran sebesar Rp5,41 triliun.

Menurut Dody, capaian tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pembangunan infrastruktur yang lebih merata dan menjangkau daerah-daerah yang selama ini membutuhkan peningkatan aksesibilitas.

“Pembangunan infrastruktur kini semakin menjangkau berbagai wilayah di Indonesia sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” katanya.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut. Ia menilai pembangunan jalan daerah memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai wilayah.

Presiden menegaskan bahwa jalan bukan sekadar sarana transportasi, melainkan infrastruktur strategis yang menghubungkan aktivitas produksi dan distribusi masyarakat dari desa hingga pusat-pusat perdagangan.

“Saya menyambut baik selesainya pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi. Infrastruktur ini memiliki arti penting bagi masyarakat karena menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi di daerah,” ujar Presiden.

Menurut Prabowo, keberadaan jalan yang memadai akan mempermudah distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan berbagai produk unggulan daerah menuju pasar maupun pusat distribusi lainnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan konektivitas menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, menekan biaya logistik, dan memperkuat daya saing produk lokal.

“Jalan daerah merupakan urat nadi perekonomian rakyat. Melalui jalan inilah berbagai hasil produksi masyarakat dapat bergerak dari desa menuju pasar dan pusat distribusi,” kata Presiden.

Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur jalan melalui Program Inpres Jalan Daerah dapat mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta memperkuat ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional. (RE/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru