ATAPKOTA.COM, SUBULUSSALAM, ACEH — Persatuan Pemuda Dasan Raja (PERSADA) dan manajemen PT Global Sawit Semesta (GSS) mencapai kesepakatan setelah perwakilan pemuda menyampaikan aspirasi melalui aksi damai di lingkungan perusahaan. Pertemuan yang berlangsung pada [hari, tanggal — perlu dilengkapi] tersebut menghasilkan lima poin kesepakatan yang berkaitan dengan tenaga kerja lokal, bantuan bagi masyarakat terdampak, pemberdayaan pemuda, posisi hubungan masyarakat (humas), serta keterlibatan pemuda dalam program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Pertemuan antara PERSADA dan pihak perusahaan berlangsung dengan pengawalan unsur keamanan serta disaksikan Camat Penanggalan, Kapolres Subulussalam AKBP Yuniarto Pratomo, S.H., S.I.K., M.H., Kapolsek Penanggalan IPTU Supriadi Efendi, unsur TNI, dan Ketua Perpena. Berdasarkan keterangan pihak PERSADA, manajemen PT GSS menyatakan kesediaan untuk melaksanakan lima poin yang menjadi hasil musyawarah tersebut.
Ketua Aksi PERSADA, Ihsan Manik, bersama Koordinator Aksi Muji, Korlap 1 Dayat, dan Korlap 2 Julkifli Simanjuntak, menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut menjadi dasar bagi pemuda untuk mengawal pelaksanaannya.
Lima poin yang disepakati mencakup sejumlah kepentingan masyarakat Desa Dasan Raja.
Pertama, rekrutmen tenaga kerja lokal. PT GSS disebut menyepakati penerimaan sedikitnya lima pemuda asal Dasan Raja setiap tahun sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan tenaga kerja perusahaan.
Kedua, bantuan bagi warga terdampak. Perusahaan disebut menyepakati pemberian bantuan sembako secara berkala kepada masyarakat yang terdampak langsung oleh kegiatan operasional pabrik.
Ketiga, program PAM Swakarsa. Sebanyak 20 pemuda lokal akan dilibatkan dalam program yang disebut sebagai pemberdayaan atau kemandirian masyarakat.
Keempat, humas pembantu lokal. Posisi humas pembantu disebut akan diberikan kepada putra-putri Desa Dasan Raja.
Kelima, keterlibatan dalam program CSR. Pemuda setempat akan dilibatkan dalam proses perencanaan dan pengelolaan dana atau program CSR perusahaan.
Ihsan Manik mengatakan, PERSADA tidak berhenti pada tercapainya kesepakatan, tetapi akan mengawal pelaksanaan setiap poin yang telah disepakati bersama.
“Kesepakatan ini disaksikan langsung oleh Camat, Kapolres, Kapolsek, dan Ketua Perpena. Karena itu, kami akan mengawal agar seluruh poin yang telah disepakati benar-benar direalisasikan,” ujar Ihsan.
Ia menambahkan, apabila terdapat poin yang tidak dijalankan sesuai kesepakatan, PERSADA akan mempertimbangkan langkah lanjutan melalui mekanisme penyampaian aspirasi yang sesuai dengan ketentuan hukum.
“Jika nantinya ada poin yang tidak direalisasikan, kami akan kembali menyampaikan aspirasi melalui langkah yang sesuai dengan aturan,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Aksi PERSADA, Muji, menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan yang mengawal kegiatan sehingga penyampaian aspirasi berlangsung tertib dan kondusif.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polres Subulussalam, khususnya Kapolres, Kapolsek Penanggalan, serta unsur TNI yang telah melakukan pengamanan. Dengan pengawalan tersebut, penyampaian aspirasi dapat berlangsung aman, lancar, dan tertib,” ujar Muji.
Kesepakatan tersebut kini menjadi titik penting bagi PERSADA dan PT GSS. Tantangan berikutnya bukan lagi sekadar mencapai kesepakatan, melainkan memastikan setiap poin memiliki mekanisme pelaksanaan, jadwal, serta pihak yang bertanggung jawab.
Karena itu, implementasi lima kesepakatan tersebut menjadi hal yang perlu dipantau secara terbuka, terutama terkait jumlah tenaga kerja yang direkrut, bentuk dan penerima bantuan masyarakat, mekanisme pemberdayaan 20 pemuda, pengisian posisi humas pembantu, serta bentuk keterlibatan pemuda dalam program CSR.
Laporan: Dalian bancin-atapkota.
































