ATAPKOTA.COM, ASAHAN – Ketua TP PKK Kabupaten Asahan sekaligus Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Posyandu Tahun 2025 di Krakatau Ballroom, Mercure Convention Center Ancol, Jakarta. Acara nasional itu mengangkat tema “Penguatan Transformasi Posyandu Sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat.” Tema tersebut menegaskan posisi Posyandu sebagai pilar utama pelayanan dasar masyarakat.
Rakornas ini diikuti oleh Ketua TP PKK provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia. Dalam forum itu, pemerintah menjelaskan bahwa Posyandu telah bertransformasi menjadi New Posyandu dengan cakupan layanan lebih luas. Kini, Posyandu tidak hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga meliputi enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (trantibumlinmas), dan sosial.
Transformasi tersebut berlandaskan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu, yang menetapkan Posyandu sebagai bagian integral dari Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD). Dengan demikian, Posyandu diposisikan sebagai pusat layanan dasar yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat desa secara lebih menyeluruh.
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pentingnya implementasi New Posyandu dalam mendukung program prioritas Presiden. Ia menyoroti peran Posyandu enam bidang SPM sebagai solusi langsung untuk mendekatkan layanan publik ke masyarakat.
Sementara itu, Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, La Ode Ahmad P. Bolombo, menekankan peran strategis Posyandu dalam percepatan penurunan stunting. Ia menambahkan, penguatan kelembagaan Posyandu harus dilakukan melalui registrasi resmi sesuai Kepmendagri Nomor 100.3.2834 Tahun 2025.
Menanggapi hal itu, Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, menyatakan bahwa hasil Rakornas akan dijadikan pedoman dalam memperkuat Posyandu di daerah. Ia hadir bersama jajaran pendamping, termasuk Staf Ahli PKK Kabupaten Asahan sekaligus Wakil Ketua Pembina Posyandu, Ny. Juniar Rianto; Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Asahan, Ny. Evi Zainal Aripin; Sekretaris PKK Kabupaten Asahan, Ny. Nurasyah Rahmat Hidayat; serta perwakilan OPD teknis.
Ny. Yusnila menegaskan pentingnya mengoptimalkan peran Posyandu sebagai pusat layanan terpadu di desa. Menurutnya, pemerintah daerah perlu meningkatkan kapasitas kader, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta memastikan implementasi enam SPM berjalan konsisten. “Jika seluruh pihak bergerak bersama, maka Posyandu akan menjadi pilar pelayanan dasar masyarakat desa yang berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan langkah konkret ini, Kabupaten Asahan berkomitmen menjadikan Posyandu bukan hanya tempat layanan kesehatan, tetapi juga motor penggerak pembangunan desa yang mendukung kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (Do/red)

































