ATAPKOTA.COM – Kekhawatiran adalah pencuri halus yang menggerogoti hati tanpa suara. Ia datang perlahan, menyusup di sela-sela pikiran, dan menanam benih gelisah yang tumbuh menjadi ketakutan. Ia membuat kita sibuk memikirkan hal yang belum terjadi, seolah dengan mencemaskan sesuatu, kita bisa mengubah hasilnya.
Namun, Yesus sudah menegaskan dengan jelas bahwa kekhawatiran tidak pernah membawa manfaat apa pun.
Matius 6:27 – “Siapakah di antara kamu yang karena kekhawatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?”
Kekhawatiran tidak memperpanjang umurmu. Ia tidak mempercepat berkat, tidak memperkuat iman, bahkan sering mencuri damai yang Tuhan tanamkan dalam hatimu. Ia mengubah fokus kita dari percaya kepada Tuhan menjadi percaya kepada masalah.
Yesus juga mengingatkan kita untuk belajar dari ciptaan-Nya yang sederhana.
Matius 6:26 – “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di surga. Bukankah kamu jauh lebih berharga daripada burung-burung itu?”
Jika Tuhan sanggup memelihara burung-burung yang tidak bekerja sekeras manusia, bukankah Ia jauh lebih sanggup menjaga hidupmu yang diciptakan segambar dengan-Nya? Ketika kita memilih untuk percaya, sebenarnya kita sedang menyatakan bahwa Tuhan lebih besar dari apa pun yang kita takutkan.
Firman Tuhan mengingatkan lagi:
1 Petrus 5:7 – “Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”
Iman bukan berarti hidup tanpa masalah. Iman adalah keberanian untuk tetap tenang di tengah badai, karena kita tahu siapa yang mengendalikan perahu hidup kita. Setiap kali kekhawatiran mulai mengetuk pintu pikiranmu, berhentilah sejenak. Tarik napas dalam dan katakan dengan iman:
“Aku memilih percaya, bukan cemas.”
Ketika engkau menyerahkan segalanya kepada Tuhan, hidupmu tidak hanya menjadi panjang, tetapi juga penuh makna dan damai. Sebab damai sejahtera bukan berasal dari dunia ini, melainkan dari Dia yang berjanji menyertaimu sampai akhir zaman.
Yohanes 14:27 – “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu; damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu; dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Jangan gelisah dan gentar hatimu.”
Berhentilah berusaha mengendalikan hal yang di luar kuasamu. Percayakan segalanya kepada Tuhan, sebab hanya Dia yang tahu jalan terbaik untuk hidupmu. Setiap kali kekhawatiran datang, ingatlah: iman dan cemas tidak bisa tinggal dalam hati yang sama. Pilihlah iman, karena di sanalah damai dan kekuatan sejati ditemukan.
Oleh : Tim Redaksi atapkota.

































