Jangan Makan Makanan Orang Kikir: Kritik Alkitab terhadap Budaya “Ada Maunya”

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 02:24 WIB

40379 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

ATAPKOTA.COM – Alkitab jarang berbicara setengah-setengah. Ketika Amsal 23:6–7 menulis, “Jangan makan makanan orang kikir,” itu bukan sekadar nasihat etika pergaulan. Itu adalah peringatan keras terhadap kekuasaan yang bersembunyi di balik keramahan.

Orang kikir dalam teks ini bukan sekadar pelit. Ia adalah sosok manipulatif. Ia memberi, tetapi hatinya menghitung. Ia menjamu, tetapi pikirannya menagih. Jamuan baginya bukan kasih, melainkan investasi. Dan Alkitab secara tegas berkata: jangan ikut di meja itu.

Di zaman sekarang, nasihat ini terasa nyaris subversif. Kita hidup dalam budaya di mana hampir semua hal “ada maunya”. Bantuan sosial disertai kamera. Jamuan politik berujung loyalitas. Donasi besar menuntut panggung dan pengaruh. Bahkan di ruang keagamaan, memberi sering kali berubah menjadi alat tawar-menawar rohani.

Amsal menelanjangi satu fakta yang sering kita abaikan: kebaikan bermotif adalah bentuk kekerasan halus. Ia tidak memukul, tetapi mengikat. Ia tidak memaksa, tetapi membuat penerima merasa berutang. Dan utang moral adalah salah satu alat kendali paling efektif.

Karena itu, Alkitab tidak sedang mengajarkan sopan santun makan. Ia sedang mengajarkan ketahanan batin. Jangan biarkan hidupmu dikuasai oleh orang yang memberi dengan hati sempit. Jangan biarkan keputusanmu dipengaruhi oleh siapa yang membiayai jamuanmu.

Lebih jauh lagi, ayat ini juga menyentil para pemberi. Jangan-jangan, kita sendiri adalah orang kikir yang dimaksud Alkitab. Kita memberi sambil mencatat. Kita membantu sambil menunggu balasan. Kita melayani sambil berharap pengaruh. Kita menyebutnya “strategi”, padahal Alkitab menyebutnya kikir.

Di sinilah teks ini menjadi tidak nyaman. Ia tidak hanya mengkritik penerima yang naif, tetapi juga pemberi yang munafik. Tuhan tidak terkesan pada kemurahan yang penuh agenda. Persembahan yang lahir dari hati kikir, betapapun besar nilainya, tetap kosong di hadapan-Nya.

Dalam masyarakat yang makin transaksional, menolak “makanan orang kikir” adalah tindakan moral. Itu berarti memilih kebebasan daripada kenyamanan. Martabat daripada keuntungan. Integritas daripada akses.

Pesan Amsal ini juga relevan bagi media, aktivis, tokoh agama, dan siapa pun yang hidup di ruang publik. Ketika kritik dibungkam oleh jamuan, ketika suara dilembutkan oleh fasilitas, ketika nurani dikalahkan oleh sponsor, saat itulah hikmat Alkitab diabaikan.

Alkitab tidak melarang kita menerima berkat. Tetapi ia melarang kita menjual nurani. Ada makanan yang mengenyangkan tubuh, tetapi melumpuhkan keberanian. Ada jamuan yang tampak manis, tetapi merusak kebebasan berpikir.

Karena itu, pesan kuno ini justru terasa sangat modern:
lebih baik hidup sederhana dengan hati merdeka, daripada kenyang oleh kebaikan yang penuh perhitungan.

oleh : TIM REDAKSI

Berita Terkait

Stadion Teladan Dijaga Ketat, Unit K-9 Polda Sumut Perkuat Pengamanan Piala AFF U-19
PT PLB 1 Bantu Perbaiki Jalan dan Lapangan Sepak Bola di Kampung Baru Aceh Singkil
Zakiyuddin Harahap Ajak KBB Bersinergi Dukung Pembenahan Kawasan Belawan
Pria 44 Tahun Ditangkap di Padangsidimpuan, Polisi Amankan Sabu Siap Edar dan Ganja
Tinggal 23 Hari, Pemko Medan Kebut Persiapan Rakernas APEKSI 2026
Gagal Selundupkan 4 Kg Sabu Lewat Bandara, Empat Tersangka Diamankan
Peringati HLUN ke-30, Pemko Medan Dorong Lansia Tetap Sehat, Aktif dan Produktif
Ustadz Ahmad Fauzi Lubis Apresiasi Satresnarkoba Pematangsiantar Ungkap Kasus Sabu 1 Kilogram

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:43 WIB

Stadion Teladan Dijaga Ketat, Unit K-9 Polda Sumut Perkuat Pengamanan Piala AFF U-19

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:57 WIB

PT PLB 1 Bantu Perbaiki Jalan dan Lapangan Sepak Bola di Kampung Baru Aceh Singkil

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:23 WIB

Zakiyuddin Harahap Ajak KBB Bersinergi Dukung Pembenahan Kawasan Belawan

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:35 WIB

Pria 44 Tahun Ditangkap di Padangsidimpuan, Polisi Amankan Sabu Siap Edar dan Ganja

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:25 WIB

Tinggal 23 Hari, Pemko Medan Kebut Persiapan Rakernas APEKSI 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:30 WIB

Peringati HLUN ke-30, Pemko Medan Dorong Lansia Tetap Sehat, Aktif dan Produktif

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:59 WIB

Ustadz Ahmad Fauzi Lubis Apresiasi Satresnarkoba Pematangsiantar Ungkap Kasus Sabu 1 Kilogram

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:08 WIB

Wali Kota Wesly Silalahi Turun Langsung Bersihkan Drainase di Sibatu-batu Lewat Program Jumpa Berlian

Berita Terbaru