Presiden Prabowo: Indonesia Berada di Jalur Tepat untuk Hapus Kemiskinan dan Kelaparan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 20 Juli 2026 - 19:22 WIB

4066 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar di Istana Negara, Jakarta pada Senin, 20 Juli 2026.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar di Istana Negara, Jakarta pada Senin, 20 Juli 2026.

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah berada pada jalur yang tepat dalam menjalankan agenda pembangunan nasional, terutama untuk mengurangi kemiskinan dan menghapus kelaparan. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7/2026).

Dalam arahannya, Presiden mengatakan berbagai tantangan nasional dan dinamika global masih menjadi pekerjaan besar pemerintah. Namun, ia menilai sejumlah capaian yang diraih selama masa pemerintahannya menunjukkan arah pembangunan yang positif.

“Masalah yang kita hadapi memang masih banyak. Cita-cita kita juga besar dan perjuangan masih panjang. Namun, kita sudah mulai melihat berbagai capaian yang berhasil diraih,” ujar Presiden.

Salah satu capaian yang disoroti adalah sektor ketahanan pangan. Presiden menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan, memiliki cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia, serta mencatat nilai tukar petani yang terus meningkat.

“Kita sudah swasembada delapan komoditas pangan. Cadangan beras kita tertinggi sepanjang sejarah NKRI, dan nilai tukar petani juga berada pada tingkat tertinggi,” katanya.

Selain sektor pangan, Presiden juga menyinggung perkembangan di bidang energi. Menurutnya, produksi B50, yaitu bahan bakar diesel yang mengandung 50 persen biodiesel berbasis kelapa sawit, menjadi salah satu langkah memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

Presiden mengakui sejumlah kebijakan strategis pemerintah sempat menghadapi tantangan dan kritik. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah akan tetap berpegang pada kepentingan nasional serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai tekanan.

“Kita harus percaya kepada kekuatan bangsa sendiri dan tidak memimpin dengan rasa takut,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menjelaskan bahwa arah pembangunan pemerintah selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang menjadi komitmen global di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurutnya, penghapusan kemiskinan (No Poverty) dan penghapusan kelaparan (Zero Hunger) merupakan prioritas utama yang harus diwujudkan oleh Indonesia.

“Tidak boleh ada rakyat Indonesia yang hidup dalam kemiskinan dan kelaparan. Itu menjadi tujuan yang harus kita perjuangkan bersama,” ujarnya.

Presiden menambahkan bahwa berbagai program pemerintah juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender, akses air bersih, energi bersih dan terjangkau, penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, inovasi, hingga pengurangan kesenjangan sosial.

Di akhir arahannya, Presiden mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan agar tetap konsisten menjalankan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa praktik-praktik yang melanggar hukum dan merugikan negara harus ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Presiden menyebut praktik seperti pertambangan ilegal (illegal mining), pembalakan liar (illegal logging), penyelundupan, underinvoicing (pelaporan nilai transaksi di bawah nilai sebenarnya), serta transfer pricing yang melanggar ketentuan sebagai bentuk pelanggaran hukum yang harus diberantas demi melindungi kepentingan negara dan masyarakat.

“Kita berada di jalan yang benar. Yang harus kita lawan adalah praktik-praktik yang melanggar hukum dan merugikan kepentingan bangsa,” tegas Presiden. (AP/red)

Berita Terkait

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo
Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat
Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba
Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi
Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan
Belacan Khas Asahan Ditargetkan Tembus Pasar Thailand, Pemkab Siapkan Dukungan untuk UMKM
Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana
Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 23:37 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo

Kamis, 3 September 2026 - 23:32 WIB

Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 22:35 WIB

Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba

Kamis, 3 September 2026 - 21:29 WIB

Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi

Kamis, 3 September 2026 - 21:00 WIB

Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Kamis, 3 September 2026 - 20:05 WIB

Wabup Simalungun Minta Pasar Lokal Dilibatkan dalam Rantai Pasok Program MBG

Berita Terbaru