Antara Firman Tuhan dan Perbuatan: Ajaran yang Dikhianati

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026 - 02:08 WIB

40240 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

ATAPKOTA.COM –  Firman Tuhan kerap dikumandangkan di mimbar, ruang ibadah, dan media sosial. Namun, realitas kehidupan sering menunjukkan ironi yang menyakitkan. Banyak orang fasih mengutip ayat suci, tetapi perilaku sehari-hari justru menafikan nilai yang mereka ajarkan. Ketika perkataan tidak sejalan dengan perbuatan, ajaran iman kehilangan wibawanya.

Yesus dengan tegas menyinggung persoalan ini. Dalam Injil Matius 7:21 tertulis, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” Ayat ini menegaskan bahwa iman sejati tidak berhenti pada pengakuan lisan, tetapi harus terwujud dalam tindakan nyata.

Masalah ketidaksinkronan antara firman dan perbuatan bukan fenomena baru. Alkitab berulang kali memperingatkan bahaya kemunafikan rohani. Rasul Yakobus menulis dengan sangat jelas, “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri” (Yakobus 1:22). Firman Tuhan menuntut respons aktif, bukan sekadar pemahaman intelektual.

Namun, dalam praktiknya, tidak sedikit pemimpin rohani maupun umat yang terjebak pada simbol dan retorika. Firman disampaikan dengan lantang, tetapi keadilan diabaikan. Kasih dikhotbahkan, tetapi kebencian dipelihara. Kejujuran diajarkan, tetapi manipulasi justru dipraktikkan. Ketika hal ini terjadi, iman berubah menjadi topeng, bukan jalan hidup.

Yesus bahkan mengecam keras perilaku seperti ini. Dalam Matius 23:27-28, Ia berkata, “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu seumpama kuburan yang dilabur putih… demikian jugalah kamu, kamu nampaknya benar di luar, tetapi di dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurhakaan.” Teguran ini relevan hingga hari ini, terutama ketika agama dijadikan alat legitimasi, bukan sarana pertobatan.

Firman Tuhan sejatinya adalah pedoman moral yang hidup. Mazmur 119:105 menyatakan, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Pelita tidak berguna jika hanya disimpan. Terang tidak berarti jika tidak digunakan untuk berjalan. Demikian pula firman kehilangan makna ketika tidak diwujudkan dalam sikap, keputusan, dan relasi sosial.

Pengkhianatan terhadap ajaran iman sering melahirkan dampak sosial yang luas. Ketika umat melihat keteladanan yang rapuh, kepercayaan runtuh. Generasi muda menjadi skeptis. Masyarakat memandang agama sebagai formalitas, bukan kekuatan transformasi. Padahal, Yesus menegaskan bahwa kesaksian iman diukur dari buahnya. “Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik” (Matius 7:17).

Firman dan perbuatan tidak boleh dipisahkan. Rasul Paulus mengingatkan, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu” (Roma 12:2). Pembaruan iman harus tercermin dalam karakter, integritas, dan keberpihakan pada kebenaran.

Akhirnya, refleksi ini mengajak setiap orang beriman untuk bercermin. Apakah firman hanya berhenti di bibir, atau sungguh hidup dalam tindakan? Iman yang sejati selalu berbuah dalam kasih, keadilan, dan kejujuran. Tanpa itu, firman yang dikumandangkan justru menjadi ajaran yang dikhianati. (*)

Oleh : TIM REDAKSI

Berita Terkait

Pemprov Sumut Apresiasi Lomba Puisi Antinarkoba BNN, Dorong Generasi Muda Jauhi Narkoba
Polda Sumut Kawal Distribusi BBM di Medan, 11 Mobil Tangki dan SPBU Dijaga Personel
Kemendagri Apresiasi Pengelolaan TKD 412,93 Miliar di Kabupaten Simalungun
Gunakan AI untuk Manipulasi Foto dan Diduga Peras Korban, Seorang Pria Diamankan Ditressiber Polda Sumut
Ditressiber Polda Sumut Bongkar Sindikat Penipuan Lelang Mobil Online, Empat Tersangka Ditangkap
Bupati Asahan Buka Rakornis TP PKK, Tekankan Sinergi OPD dan Integritas Menuju Kabupaten Anti Korupsi
Polda Sumut Siapkan 10 Personel Terlatih Jadi Sopir Truk Tangki BBM untuk Percepat Distribusi
Polda Sumut Siagakan 786 Personel di 325 SPBU untuk Pastikan Distribusi BBM Tetap Lancar

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:39 WIB

Pemprov Sumut Apresiasi Lomba Puisi Antinarkoba BNN, Dorong Generasi Muda Jauhi Narkoba

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:35 WIB

Polda Sumut Kawal Distribusi BBM di Medan, 11 Mobil Tangki dan SPBU Dijaga Personel

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:31 WIB

Kemendagri Apresiasi Pengelolaan TKD 412,93 Miliar di Kabupaten Simalungun

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:05 WIB

Gunakan AI untuk Manipulasi Foto dan Diduga Peras Korban, Seorang Pria Diamankan Ditressiber Polda Sumut

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:57 WIB

Ditressiber Polda Sumut Bongkar Sindikat Penipuan Lelang Mobil Online, Empat Tersangka Ditangkap

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:40 WIB

Polda Sumut Siapkan 10 Personel Terlatih Jadi Sopir Truk Tangki BBM untuk Percepat Distribusi

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:38 WIB

Polda Sumut Siagakan 786 Personel di 325 SPBU untuk Pastikan Distribusi BBM Tetap Lancar

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:49 WIB

Tim UK FCDO Tinjau Pompa Air Tenaga Surya di Samosir, Dukung Pertanian Rendah Karbon

Berita Terbaru