Pemprov Sumut Ambil 11 Langkah Cepat Tekan Inflasi Tertinggi Nasional 5,32%

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 7 Oktober 2025 - 12:41 WIB

40171 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bergerak cepat merespons lonjakan inflasi daerah yang pada September 2025 tercatat mencapai 5,32 persen (yoy) tertinggi secara nasional.

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjadi prioritas utama pemerintah daerah, karena dampaknya langsung terhadap daya beli dan kesejahteraan masyarakat.

“Inflasi ini bukan sekadar angka, tapi mencerminkan tekanan yang dirasakan masyarakat di lapangan. Karena itu, kita ambil langkah cepat dan terukur agar harga-harga, terutama bahan pangan, bisa segera stabil,” ujar Gubernur Bobby Nasution, di Medan, usai mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi bersama Kemendagri, dari Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Senin (6/10).

Tekanan inflasi di Sumut terutama berasal dari komoditas pangan bergejolak seperti cabai merah, bawang merah, beras, dan daging ayam ras.

Untuk menekan gejolak harga tersebut, Pemprov Sumut bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyiapkan serangkaian aksi jangka pendek yang difokuskan pada stabilisasi harga dan penguatan pasokan.

Dalam kurun tiga bulan ke depan, Pemprov Sumut menyiapkan 11 langkah cepat untuk menurunkan harga komoditas penyumbang inflasi tertinggi, antara lain:

  1. Pembagian komoditas penyumbang inflasi secara gratis kepada masyarakat kurang mampu.
  2. Bundling beras SPHP harga murah dengan cabai merah.
  3. Percepatan program bantuan pangan dari pemerintah.
  4. Pelaksanaan pasar murah di berbagai daerah.
  5. Intervensi tata niaga dan rantai distribusi pangan.
  6. Sidak pasar untuk mencegah spekulasi harga.
  7. Monitoring distribusi pangan lintas kabupaten/kota.
  8. Kerja sama antar daerah (KAD) dalam suplai komoditas utama.
  9. Penugasan BUMD untuk mengelola pasokan cabai dan bawang merah.
  10.  Antisipasi bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  11. Penetapan Toko Pantau Inflasi sebagai pusat data dan informasi harga.

Gubernur Bobby menegaskan, seluruh langkah tersebut dijalankan dengan prinsip 4T: Tepat Lokasi, Tepat Komoditi, Tepat Sasaran, dan Tepat Waktu.

“Masyarakat harus benar-benar merasakan dampaknya di lapangan,” tegasnya.

Bobby Nasution juga menekankan bahwa pengendalian inflasi tidak cukup hanya dengan operasi pasar. Menurutnya, diperlukan sinergi lintas sektor, termasuk optimalisasi peran BUMD pangan daerah dalam menjaga ketersediaan stok dan distribusi komoditas utama.

Pemprov Sumut menugaskan PD Aneka Industri dan Jasa (AIJ), PT Dhirga Surya, serta PT Pembangunan Sumatera Utara (PPSU) untuk aktif mengelola dan menyalurkan pasokan cabai merah, bawang merah, serta beras ke berbagai wilayah.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Poppy Marulita Hutagalung, menjelaskan bahwa selain langkah cepat, pemerintah juga tengah memperkuat kapasitas produksi pangan lokal dan memperbaiki rantai pasok dari hulu ke hilir.

“BUMD pangan daerah akan kita dorong menjadi bagian dari ekosistem pangan strategis. Mereka akan bekerja sama dengan kelompok tani dan pemerintah kabupaten/kota agar pasokan tetap terjaga,” ujarnya.

“Dengan cara ini, kita ingin Sumut tidak lagi terlalu bergantung pada pasokan dari luar provinsi. Kalau produksi dan distribusi di dalam daerah kuat, maka harga akan lebih terkendali,” tambahnya.

Langkah-langkah pengendalian inflasi ini juga diiringi dengan peningkatan koordinasi antara TPID Provinsi, Bank Indonesia (BI), BPS, Bulog, dan Satgas Pangan. Pemprov juga akan mengintensifkan publikasi berkala melalui siaran pers dan konferensi pers, untuk menjaga komunikasi yang efektif dan transparan kepada masyarakat.

Dengan sinergi yang kuat antarinstansi, Pemprov Sumut berharap angka inflasi dapat segera turun dan stabil di bawah 3 persen, sejalan dengan target nasional. (RAP)

Berita Terkait

BARA JP Pertanyakan Kehadiran Anton Timbang di Istana, Soroti Aspek Penegakan Hukum
Diduga Diteror Usai Unggah Video Buah Naga Berulat, Guru Madrasah di Asahan Tunggu Gelar Perkara Hampir Dua Bulan
Puluhan Warga Dampingi Yakarim Munir ke Kejari Aceh Singkil, Minta Kepastian Proses Hukum
Penutupan Indonesia Fashion Week 2026, Bobby Nasution Tegaskan Ulos Jadi Kekuatan Ekonomi Sumut
Dekranasda Simalungun Promosikan Wastra Khas Daerah di BTN Indonesia Fashion Week 2026
Sekda Pematangsiantar Ajak Siswa SMPN 12 Jauhi Perundungan dan Narkoba Saat Pimpin Upacara
Wakil Bupati Asahan Terima Kunjungan Ketua Komnas Anak RI, Bahas Perlindungan Anak dan Rumah Anak
Pemkab Simalungun dan Kemendagri Tinjau Lokasi Proyek Cable Car Danau Toba, Bahas Pembebasan BPHTB

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:51 WIB

BARA JP Pertanyakan Kehadiran Anton Timbang di Istana, Soroti Aspek Penegakan Hukum

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:54 WIB

Diduga Diteror Usai Unggah Video Buah Naga Berulat, Guru Madrasah di Asahan Tunggu Gelar Perkara Hampir Dua Bulan

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Puluhan Warga Dampingi Yakarim Munir ke Kejari Aceh Singkil, Minta Kepastian Proses Hukum

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Penutupan Indonesia Fashion Week 2026, Bobby Nasution Tegaskan Ulos Jadi Kekuatan Ekonomi Sumut

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:49 WIB

Dekranasda Simalungun Promosikan Wastra Khas Daerah di BTN Indonesia Fashion Week 2026

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:39 WIB

Wakil Bupati Asahan Terima Kunjungan Ketua Komnas Anak RI, Bahas Perlindungan Anak dan Rumah Anak

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Pemkab Simalungun dan Kemendagri Tinjau Lokasi Proyek Cable Car Danau Toba, Bahas Pembebasan BPHTB

Minggu, 2 Agustus 2026 - 23:20 WIB

PRSU 2026 Berakhir, Catat 161.309 Pengunjung dan Perputaran Ekonomi Rp 50 Miliar

Berita Terbaru