Pemko Medan Didesak Tingkatkan Skor Integritas, KPK Soroti Lemahnya MCSP 2025

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 8 Oktober 2025 - 20:55 WIB

40162 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) dan Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2025 di Balai Kota, Rabu (8/10/2025).

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) dan Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2025 di Balai Kota, Rabu (8/10/2025).

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan menegaskan komitmen menjalankan pemerintahan yang profesional, terbuka, akuntabel, dan terukur demi memperkuat tata kelola pembangunan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan hal itu saat memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) dan Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2025 di Balai Kota Medan, Rabu (8/10/2025).

Rapat tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Sekretaris Daerah Wiriya Alrahman, Asisten Administrasi Umum Laksamana Putra Siregar, Inspektur Kota Medan Erfin Fachrurrazy, serta para camat dan pimpinan perangkat daerah.
Dalam forum itu, peserta membahas langkah tindak lanjut peningkatan indeks integritas yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rico Waas menegaskan, pihaknya berharap KPK, khususnya Kepala Satuan Tugas 1.2 Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah I Uding Juharudin, memberikan arahan agar Pemko Medan mampu meningkatkan nilai MCSP dan SPI.
Ia juga mengapresiasi dukungan KPK dalam memperkuat integritas penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Semua ini kita lakukan untuk kebaikan kota dan bangsa. Kita ingin integritas meningkat dan pemerintahan berjalan sesuai prinsip good governance,” tegas Rico Waas.

Sebelumnya, Inspektur Kota Medan Erfin Fachrurrazy melaporkan nilai MCSP Pemko Medan tahun 2025 masih rendah, yakni 18,5.
Posisi tersebut menempatkan Kota Medan di peringkat ke-19 dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Ia menjelaskan, kuesioner SPI telah disebarkan kepada ASN, masyarakat penerima layanan, serta mitra kerja Pemko Medan.
Erfin berharap partisipasi ASN meningkat agar indeks MCSP dan SPI terdongkrak signifikan.

Sementara itu, Uding Juharudin menegaskan bahwa tugas KPK bukan hanya penyelidikan atau penindakan, melainkan juga koordinasi dan supervisi agar korupsi dapat dicegah sejak dini.
Ia menambahkan, pencegahan korupsi dilakukan secara sistemik agar potensi penyimpangan dapat terdeteksi, terkontrol, dan teringatkan lebih awal.

“MCSP menjadi panduan penting untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas,” ujar Uding.

Menurutnya, perbaikan sistem harus diiringi integritas pribadi aparatur.
ASN perlu sadar untuk berperilaku jujur bukan karena pengawasan lembaga, tetapi karena kesadaran moral dan ketakwaan.
“Integritas menjadi pondasi utama dalam membangun pemerintahan yang bersih,” tegasnya.

Kegiatan tersebut juga diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Pertemuan dan Piagam Audit Intern oleh Inspektur Kota Medan Erfin Fachrurrazy, disetujui oleh Wali Kota Rico Waas dan Sekda Wiriya Alrahman.
Dokumen itu menegaskan komitmen kepala daerah untuk mendukung independensi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan memastikan pengawasan internal bebas dari intervensi.
Inspektorat diberi kewenangan penuh mengakses seluruh informasi, sistem, catatan, aset, dan personel di lingkungan Pemko Medan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku. (Mery)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru