ATAPKOTA, PEMATANGSIANTAR – Orang tua murid MAN Pematangsiantar merasa dirugikan akibat perubahan lokasi acara perpisahan kelas XII yang semula dijanjikan akan digelar di Gedung Universitas Simalungun (USI) namun akhirnya dilaksanakan di halaman madrasah.
Dana perpisahan sebesar Rp.360.000 per siswa kelas XII yang telah disepakati sebelumnya juga tidak dikembalikan atau dipotong meskipun lokasi acara berbeda.
Hal ini disampaikan Salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya yang mengungkapkan kekecewaannya atas perubahan lokasi acara yang tidak sesuai dengan janji awal.
“Kami dijanjikan acara di Gedung USI. Katanya bahkan gedung sudah dipanjar dan tidak bisa dibatalkan. Alasannya, sekolah tidak layak untuk pelepasan. Tapi kenyataannya tetap digelar di sekolah. Lalu untuk apa dana sebesar itu dikutip dari kami walaupun memang dicicil?” ujar orang tua tersebut, Minggu, (18/05/2025).
Orang tua murid juga merasa bahwa penggunaan dana perpisahan tidak transparan.
“Kami curiga ini hanya alasan untuk menutupi agar dana tidak dikembalikan. Ini sangat tidak transparan,” lanjut orang tua tersebut.
Orang tua murid meminta agar pihak Kantor Kementerian Agama setempat turun tangan dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan di MAN Pematangsiantar.
“Kami harap ada tindak lanjut yang serius agar hal serupa tidak terjadi lagi di masa depan. Ini soal kepercayaan dan kejujuran pihak sekolah terhadap orang tua,” tegas salah satu wali murid lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun panitia perpisahan terkait penggunaan dana serta alasan pasti pembatalan penggunaan Gedung USI.(Tim)

































