Ini 10 Kota dengan Skor Toleransi Terendah di Indonesia, Pagar Alam dan Sabang Masuk Daftar

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 27 Mei 2025 - 20:30 WIB

40613 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Skor rata-rata Index Kota Toleran per tahunnya. Selasa, (27/05/2025).

Skor rata-rata Index Kota Toleran per tahunnya. Selasa, (27/05/2025).

ATAPKOTA, JAKARTA – SETARA Institute telah merilis Laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2024, yang menunjukkan bahwa ada 10 kota di Indonesia yang memiliki skor toleransi terendah. Laporan ini mengevaluasi kinerja kota-kota di Indonesia dalam mengelola keberagaman, toleransi, dan inklusi sosial.

Berikut 10 Kota dengan Skor Toleransi Terendah di Indonesia :

1. Pagar Alam dengan skor 4,381;

2. Sabang dengan skor 4,377;

3. Ternate dengan skor 4,370;

4. Makassar dengan skor 4,363;

5. Bandar Lampung dengan skor 4,357;

6. Pekanbaru dengan skor 4,320;

7. Banda Aceh dengan skor 4,202;

8. Lhokseumawe dengan skor 4,140;

9. Cilegon dengan skor 3,994;

10. Parepare dengan skor 3,945

10 Kota dengan Skor terendah tingkat Nasional. Selasa, (27/05/2025).

Menurut laporan IKT 2024, penyebab skor toleransi terendah di kota-kota tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: Ketiadaan fokus dan inovasi terhadap pemajuan toleransi di kota; Kurangnya visi toleransi dalam pembangunan; Kebijakan diskriminatif; Kurangnya tindakan pemerintah dan masyarakat dalam memajukan toleransi

“Kami sangat khawatir dengan kondisi toleransi di kota-kota yang memiliki skor terendah. Kami berharap pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama untuk meningkatkan toleransi dan inklusi sosial di kota-kota tersebut,” kata Direktur SETARA Institute.

SETARA Institute dalam siaran pers, Selasa, (27/05/2025), menerbitkan rekomendasi Laporan IKT 2024. Beberapa hal yang direkomendasikan untuk meningkatkan toleransi di kota-kota Indonesia, antara lain: Presiden perlu memastikan universalitas dan linearitas upaya pemajuan toleransi; Pemerintah pusat perlu melakukan peninjauan ulang terhadap produk hukum daerah yang diskriminatif; Pemerintah pusat perlu mendorong kolaborasi antar-kota/kabupaten dalam pemajuan toleransi; Pemerintah provinsi perlu didorong untuk mengambil peran dalam orkestrasi pembangunan ekosistem toleransi; Pemerintah perlu memberikan dukungan anggaran memadai bagi FKUB dan inisiatif pemajuan toleransi-inklusi.

Laporan IKT 2024 menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk meningkatkan toleransi di kota-kota Indonesia.

“Kami berharap pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama untuk meningkatkan toleransi dan inklusi sosial di kota-kota tersebut,”pungkas Direktur SETARA Institute.(And)/pr

Berita Terkait

Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi
Sambutan Warga Jombang Iringi Perjalanan Presiden Prabowo Menuju Muktamar NU
Presiden Prabowo Tegaskan Peran Strategis NU dalam Menjaga Stabilitas dan Masa Depan Bangsa
Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
Jalan hingga Air Bersih, Pemerintah Percepat Pemulihan Infrastruktur Terdampak Gempa di NTT
Pemerintah Perkuat Sistem Peringatan Dini Tsunami Pascagempa Flores
Presiden Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Gempa di Nagekeo, 7 Kabupaten Terdampak
Kunjungi NTT, Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Dampak Gempa di Nagekeo

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 12:40 WIB

Patroli Malam Sat Lantas Polres Simalungun Sasar Jalur Pematangsiantar–Perdagangan

Kamis, 3 September 2026 - 23:37 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo

Kamis, 3 September 2026 - 23:32 WIB

Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 22:35 WIB

Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba

Kamis, 3 September 2026 - 21:29 WIB

Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi

Kamis, 3 September 2026 - 20:35 WIB

Belacan Khas Asahan Ditargetkan Tembus Pasar Thailand, Pemkab Siapkan Dukungan untuk UMKM

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Berita Terbaru